Jumat, 5 Juni 2026

Protes di Iran: Demo kenaikan BBM yang berubah jadi tuntutan perubahan rezim

Protes kenaikan harga BBM di Iran dengan cepat berubah menjadi tuntutan perubahan rezim. Amnesty International mengatakan kerusuhan di puluhan

Tayang:

Apa yang berbeda dari gelombang protes terbaru di Iran?

Diawali pada 15 November, aksi protes menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan cepat berubah menjadi tuntutan pergantian rezim pemerintah.

Sejumlah orang dari berbagai penjuru negeri turun ke jalan dan membakar poster-poster Pemimpin Agung, seraya menjulukinya sebagai diktator.

Enam hari unjuk rasa yang diwarnai kekerasan di puluhan kota - dan penutupan hampir semua akses internet - berakhir dengan 106 orang tewas, menurut PBB dan Amnesty International, walaupun sumber lain mengklaim jumlah korban tewas kemungkinan jauh lebih tinggi.

Pemerintah Iran belum mengonfirmasi tentang jumlah korban, namun menuduh "para penjahat" yang berafiliasi dengan musuh asing berada di balik aksi protes.

Kendati para pejabat PBB mendesak pihak berwenang tidak menggunakan peluru tajam saat menghadapi para pendemo, rekaman video yang beredar memperlihatkan pasukan keamanan menembak langsung ke arah pengunjuk rasa.

Pada 20 November, setelah terjadi penumpasan mematikan, Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengklaim kemenangan atas rencana "musuh".

20 November 2019, woman walking by a burned out bank branch
Getty Images
Fasilitas umum dan prribadi, seperti bangunan bank di Teheran ini, terbakar dan dirusak massa.

Tapi apa yang berbeda kali dalam protes kali ini?

Menurut pakar Iran dari BBC, yang membuat protes kali ini menonjol adalah "kekerasan yang berlebihan, vandalisme yang meluas, dan aksi penumpasan brutal yang dilakukan aparat berwenang".

Sementara, pengamat regional mengatakan perintah yang muncul "tidak menunjukkan belas kasihan dan menghancurkan protes secepat mungkin, yang - di luar jumlah korban - membuat ribuan orang ditangkap".

Para ahli juga menyoroti fakta bahwa protes saat ini tidak berfokus di ibu kota Teheran, tetapi di berbagai kota lain di semua penjuru negeri.

Demikian pula, rangkaian aksi protes agaknya "tidak memiliki pemimpin dan, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, diikuti masyarakat kelas menengah".

People waiting to fill their tank at a heavily congested petrol stations in Tehran, 16 November 2019
Getty Images
Awal musim dingin, kenaikan harga BBM dan diterapkannya penjatahannyan menciptakan antrian panjang di sejumlah besar pompa bensin di seluruh Iran.

Siapa yang memprotes?

"Kami dihimpit masalah ekonomi yang menumpuk. Daging mahal, ayam mahal, telur mahal ... dan sekarang, bahan bakar," kata seorang perempuan yang ikut berada di barisan pemrotes kepada BBC.

Dan pakar BBC setuju: "frustrasi adalah kekuatan pendorong di balik aksi protes ini".

Walaupun protes diawali di wilayah yang lebih miskin secara ekonomi - di mana kenaikan 200% harga BBM pada awal musim dingin akan melahirkan amarah - aksi tersebut segera menyebar ke seluruh negeri.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved