Baca '100.000 kata dalam lima menit': Apakah anak China dapat menguasai metode kuantum ini?
Biaya kursus metode 'kuantum' dapat mencapai US$14.000 atau Rp197 juta, tetapi efektivitasnya dipertanyakan pada ahli pendidikan.
Wakil sebuah pusat pelatihan di Chengdu mengatakan kepada situs internet Cover News bahwa biaya kursus berkisar antara US$4.200 - US$8.500 atau Rp59 juta - Rp119 juta.
Terdapat juga kursus dengan biaya sampai US$14.000 atau Rp197 juta.
- Sekolah 'bertekanan tinggi' di Cina
- Mesin terbang tanpa awak mengawasi ujian di Cina
- Bantu atasi stres, SMA di Cina bolehkan murid 'pinjam nilai'
Sejumlah warga China menggunakan media sosial untuk mengejek orang tua yang memasukkan anaknya ke kursus tersebut. Beberapa pengamat juga mempertanyakannya.
Xiong Bingqi, wakil direktur 21st Century Education Research Institute (Institut Penelitian Pendidikan abad ke-21) di Beijing mengatakan kepada BBC bahwa metode ini tidak memiliki dasar ilmiah dan bertentangan dengan logika pendidikan.
Tetapi kursus ini tetap mendapatkan dukungan di China "karena orang tua mengkhawatirkan keberhasilan akademis anak mereka dan mengharapkan jalan pintas keberhasilan," katanya,
Pada tahun 2018, koran China Youth Daily mengungkapkan metode "membaca dengan mata tertutup".
Metode ini menggunakan "resonansi suara gelombang otak" untuk mengaktifkan "kelenjar endokrin" di otak, sehingga murid dapat "memahami benda, kata dan pola" meskipun matanya tertutup.
Para orang tua berkeinginan memiliki anak ajaib, dan mereka bersedia membayar biaya kursus agar anaknya memiliki kekuatan super dalam waktu seketika, kata Xiong Bingqi.
"Orang tua khawatir jika mereka sampai kehilangan satu hal, anak-anak mereka menjadi tidak dapat bersaing."
"Orang tua yang mengirimkan anaknya ke kursus baca cepat kuantum perlu mempertanyakannya, tetapi mereka juga khawatir bagaiman jika hal ini ternyata akan berguna. Jika anak orang lain mengikuti kursus sementara anak mereka tidak, mereka kemungkinan akan tertinggal," tambahnya.
Terdapat sejumlah faktor lain di balik kursus ini.
Rendahnya tingkat pemahaman ilmu
Chu Zhaohui, peneliti di National Institute of Education Sciences/Institut Nasional Pendidikan Ilmu Pengetahuan mengatakan kepada BBC bahwa kurangnya pengetahuan akan ilmu pengetahuan juga menjadi penyebab.
Menurut Chinese National Survey of Public Scientific Literacy/Survei Nasional Pemahaman Masyarakat akan Ilmu Pengetahuan tahun 2018, hanya sekitar 8,5% penduduk China yang melek ilmu.