Senin, 20 April 2026

Apa yang bisa kita hasilkan dengan emisi CO2, menjadikannya kasur, wadah makanan atau peralatan makan?

Para peneliti telah menemukan cara untuk mengubah karbon dioksida menjadi benda sehari-hari yang terbuat dari plastik, untuk mengurangi jumlah

Plastik telah menjadi masalah lingkungan yang besar - sekitar 7,25 triliun ton menyelimuti area di bumi dan memenuhi laut kita. Benda itu ada dimana-mana.

Namun, plastik juga ada di mana-mana dengan cara yang baik - kita membutuhkan plastik yang tanpa diragukan lagi, telah merevolusi kehidupan di abad ke-20.

Tanpa plastik, rekaman musik dan film tidak akan mungkin terjadi. Pengobatan modern sepenuhnya bergantung pada plastik - bayangkan kantong darah, tabung dan jarum suntik - serta bagian mobil dan pesawat terbang - semua bergantung pada plastik - yang memungkinkan kita melakukan perjalanan ke dunia.

Dan tentu saja: komputer, telepon, dan semua bentuk teknologi internet. Anda mungkin membaca cerita ini karena plastik.

A landfill filled with plastic rubbish (stock photo)
Getty Images
Polusi plastik telah menjadi masalah lingkungan besar, namun perdebatan kadang mengesampingkan kaitannya dengan CO2.

Memproduksi plastik pada saat ini berarti membakar energi fosil dan mengeluarkan karbondioksida, sebuah gas rumahkaca yang berkontribusi pada perubahan iklim.

Namun, bagaimana jika kita bisa menemukan cara untuk membuat matras plastik, insulasi busa, peralatan makan plastik, atau wadah makanan yang dapat digunakan kembali tanpa mengeluarkan CO2 - atau bahkan dengan mengisapnya dari atmosfer?

Teknologi mutakhir menjanjikan mengubah emisi CO2 menjadi plastik, mengurangi jumlah gas yang kita keluarkan ke atmosfer bumi. Namun, bagaimana caranya?

Mari kita lihat ilmu di belakang semua hal itu.

Nilon dari CO2

The recycling logo made with plastic bottles
Getty Images
Plastik tahan lama, lentur, steril, dan serbaguna

Plastik adalah polimer sintetik - molekul berbentuk rantai panjang yang berulang yang dihubungkan bersama.

Di Pusat Pemanfaatan Karbon Dioksida (CDUUK) di Inggris, para peneliti telah menemukan cara membuat nilon - sejenis polimer yang disebut poliakrilamida - dari CO2.

"Ini benar-benar gila untuk berpikir Anda dapat membuat nilon dari karbon dioksida, tetapi kami sudah melakukannya," kata Dr Peter Styring, Direktur CDUUK dan juga Profesor Teknik Kimia di Universitas Sheffield.

"Daripada menggunakan bahan bakar fosil sebagai bahan baku, Anda dapat mengubah industri ini dengan menggunakan limbah karbon dioksida dengan menggunakan trik kimia. Ini akan merevolusi sektor petrokimia," katanya.

Saat ini, sebagian besar CO2 yang digunakan tidak berasal dari emisi itu sendiri - sebagai gantinya, gas adalah produk sampingan dari proses kimia. Tetapi tujuan peneliti adalah untuk menangkap karbon yang dilepaskan oleh pabrik.

Tidur di atas gas

A woman sleeping on a foam mattress (stock photo)
Getty Images
Para ilmuwan berhasil menciptakan matras yang sebagian besar terbuat dari karbondioksida.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved