Pulau Mageshima Dibeli Pemerintah Jepang untuk Latihan Militer dengan AS, Warga Menentang

Pemerintah Jepang, Senin (2/12/2019) resmi menyatakan membeli Pulau Mageshima dari pengelola setempat senilai 16 miliar yen.

Pulau Mageshima Dibeli Pemerintah Jepang untuk Latihan Militer dengan AS, Warga Menentang
Foto Kagoshima TV
Pulau Mageshima di selatan Kagoshima. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang, Senin (2/12/2019) resmi menyatakan membeli Pulau Mageshima dari pengelola setempat senilai 16 miliar yen, kontrak kesepakatan telah ditandatangani kemarin.

"Kesepakatan tertentu dicapai pada 29 November, dan nilai transaksi telah dilaporkan sekitar 16 miliar yen," kata Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga.

Wali Kota Nishinoomote Mageshima, Shunsuke Yaita kepada pers kemarin mengatakan hanya mendengar kabar itu dari pers saja.

"Secara resmi kami belum dapat informasi dari pemerintah pusat. Namun saya akui pendekatan telah dilakukan pemerintah pusat sejak lama untuk membeli Pulau Mageshima," kata Yaita.

Pulau Mageshima di selatan Kagoshima.
Pulau Mageshima di selatan Kagoshima. (Foto Kagoshima TV)

Suga menekankan bahwa Pulau Mageshima untuk pelatihan dan pendaratan kapal militer AS (US Aircraft Carrier Carrier Aircraft Takeoff and Landing Training) yang dianggapnya sangat penting untuk membantu perlindungan Jepang dari serangan negara lain.

Baca: Komentar Palsu Berbagai Produk Online Shopping dari Kalangan China dalam Bahasa Jepang

Baca: Dikabarkan Dekat, Luna Maya Ajak Ryochin Saat Makan Malam Bareng Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Baca: Gara-gara Rugby, One Team Terpilih Jadi Kata Terpopuler Selama 2019 di Jepang

"Kami tahu kebijakan untuk mengambil Mageshima memang sudah sejak 8 tahun lalu dan saya pikir tadinya tak berubah, mungkin tak jadi membelinya," lanjut Yaita.

Wali kota juga mendengar banyak yang menentang kalau dipakai untuk militer AS.

Walikota Nishioomote Mageshima Kagoshima, Shunsuke Yaita.
Walikota Nishioomote Mageshima Kagoshima, Shunsuke Yaita. (Foto Kagoshima TV)

"Kita berharap pemerintah pusat bisa lebih bijaksana dalam menggunakan pulau tersebut. Mestinya diskusi dulu dengan masyarakat di sini, menjelaskan penggunaan tanah ini, mengerti sejarah pulau ini dan alamiahnya," ungkap Yaita.

Sejumlah warga Mageshima kini cukup prihatin dengan pengalihan fungsi pulau tersebut nantinya apabila dipakai sebagai lokasi pelatihan dan pendaratan kapal-kapal militer AS, antara lain keprihatinan mengenai kebisingan yang tidak disukai warga setempat.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved