Kamis, 16 April 2026

Gadhimai: Festival pengorbanan hewan di Nepal tetap digelar meski ada 'larangan'

Gadhimai - yang dijuluki festival paling berdarah di dunia - mengundang ribuan orang tiap lima tahun.

Kurang dari lima tahun lalu, badan amal hewan menandai berakhirnya pengorbanan hewan di sebuah festival keagamaan yang dijuluki "paling berdarah dunia".

Namun pada Selasa (03/12) lalu, festival Gadhimai dimulai kembali dengan pembunuhan kambing, tikus, babi dan burung merpati.

Menurut aktivis hewan yang mengunjungi festival itu di pinggiran Nepal, prosesi itu diikuti oleh pembantaian ribuan kerbau.

Sekitar 200.000 binatang dibunuh pada festival lima tahun lalu.

Peringatan: Beberapa orang akan menganggap foto-foto di artikel ini mengganggu

Tradisi ini dimulai sekitar 250 tahun lalu, kala seorang imam dalam mimpinya diberitahu bahwa pertumpahan darah akan mendorong Gadhimai, dewi kekuasaan Hindu, membebaskannya dari penjara.

Bagi ratusan ribu umat yang melakukan perjalanan ke kuil dari India dan Nepal, ini adalah kesempatan untuk memenuhi keinginan mereka.

"Saya punya empat saudara perempuan. Delapan tahun yang lalu, saya membuat permohonan untuk seorang saudara lelaki dan dewi memberkati kami dan dia," Priyanka Yadav, dari Janakpur, menjelaskan kepada BBC Nepal.

Namun, aktivis hak-hak binatang telah lama berpendapat bahwa itu kejam.

Kemudian, pada 2015, Humane Society International (HSI) dan Jaringan Kesejahteraan Hewan Nepal (AWNN) mengumumkan "kemenangan", dengan mengatakan pengorbanan hewan telah dilarang.

A Hindu devotee prepares to slaughter a buffalo as an offering during the Gadhimai Festival in Bariyarpur on December 3, 2019.
AFP

Namun, Ram Chandra Shah, ketua kuil saat itu, mengatakan kepada BBC bahwa pengaturan semacam itu belum dilakukan.

"Orang Hindu yang taat dapat diminta untuk tidak mempersembahkan kurban binatang kepada sang dewi, tetapi mereka tidak dapat dipaksa untuk tidak melakukannya - juga tidak mungkin tradisi itu dilarang atau dihentikan sepenuhnya," katanya pada saat itu.

Berbagai upaya dilakukan untuk membatasi masuknya hewan menjelang festival dua hari tahun ini: Pemerintah India mulai menyita hewan-hewan yang dibawa oleh para pedagang ilegal melintasi perbatasan.

Pemerintah Nepal juga belum memberikan dukungan apa pun, menurut ketua festival, Motilal Kuswaha.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved