Minggu, 26 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Setelah Trump, Iran Bakal Longgarkan Selat Hormuz dengan Syarat Konsesi dari AS

Presiden AS, Donald Trump resmi telah membuka blokade Selat Hormuz setelah ada kesepakatan dnegan China. Kini Iran juga bakal longgarkan Selat Hormuz.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembukaan blokade Selat Hormuz, kini pemerintah Iran dilaporkan tengah melonggarkan pembatasan di jalur tersebut.
  • Meski Iran mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan, namun Teheran meminta imbalan berupa konsesi dari AS.
  • Seorang sumber yang dekat dengan pemerintah Iran mengungkapkan bahwa Teheran tengah menggodok proposal untuk mengizinkan kapal-kapal melintas bebas melalui wilayah perairan sisi Oman.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran dilaporkan mulai mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan di rute pelayaran Selat Hormuz.

Laporan itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara permanen pada Rabu (15/4/2026).

Meski Iran mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan, namun Teheran meminta imbalan berupa konsesi dari AS.

Mengutip laporan Reuters, seorang sumber yang dekat dengan pemerintah Iran mengungkapkan bahwa Teheran tengah menggodok proposal untuk mengizinkan kapal-kapal melintas bebas melalui wilayah perairan sisi Oman.

Langkah ini merupakan sinyal de-eskalasi pertama setelah jalur tersebut ditutup total bagi kapal-kapal yang dianggap "musuh" sejak akhir Februari lalu.

"Iran bersedia membuka jalur di sisi Oman, asalkan ada timbal balik (konsesi) dari pihak Washington," ujar sumber tersebut.

Meski demikian, belum dipastikan apakah izin melintas ini juga akan berlaku bagi kapal-kapal yang terafiliasi dengan Israel.

Sebelumnya, Trump secara mengejutkan mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara permanen.

Langkah ini praktis mengakhiri blokade angkatan laut AS yang sempat membuat harga minyak dunia bergejolak.

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump mengungkapkan bahwa keputusan besar ini diambil setelah adanya "kesepakatan maut" antara AS dan Tiongkok.

Mengutip WANA News Agency, kabarnya, Beijing telah berjanji untuk menyetop total seluruh pasokan senjata ke Iran.

Baca juga: Langkah Iran Sulit Diprediksi AS, Pengamat BRIN Soroti Kekuatan Rudal hingga Strategi Embargo Energi

"Kita bekerja sama dengan sangat cerdas," ujar Trump memuji hubungannya dengan Presiden Xi Jinping.

Trump bahkan sudah menjadwalkan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dalam waktu dekat dan mengaku menantikan sambutan meriah di sana.

Meski terlihat mulai melunak demi stabilitas ekonomi global, bukan Trump namanya jika tidak memberikan gertakan.

Di akhir pernyataannya, ia tetap memberikan peringatan keras kepada lawan-lawannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved