Jumat, 24 April 2026

Para peretas 'legal' yang mengantongi penghasilan miliaran rupiah

Sejumlah peretas mendapatkan penghasilan lebih dari US$350.000 atau Rp4,9 miliar karena menemukan kelemahan dalam perangkat lunak sebelum diketahui

Hanya beberapa orang yang mendapatkan banyak uang. Industri ini juga menghadapi masalah lain: ketidakseimbangan gender.

"Keamanan siber secara historis didominasi pria, jadi tidaklah mengherankan jika tahun lalu hanya 4% dari masyarakat peretas dunia yang berjenis kelamin perempuan," kata Casey Ellis dari Bug Crowd.

Perusahaan, bersama-sama dengan raksasa industri lainnya, meluncurkan berbagai langkah untuk mendorong lebih banyak perempuan bergabung dalam usaha membuat internet lebih aman. Tetapi banyak hal yang perlu diubah.

"Ini karena kita menilai pekerjaan perempuan lebih rendah dari pada pria. Ini adalah sebuah endemi," kata Jesse Kinser kepada Mashable.

"Saya melihat ini lebih merupakan masalah kemasyarakatan. Ini bukannya untuk membuat lebih banyak perempuan tertarik teknologi, kami sudah tertarik, kami sudah siap sejak permulaan."

Sementara tuntutan bagi internet yang aman semakin meningkat, dia berharap akan lebih banyak lebih banyak perempuan yang bergabung dan mendapatkan dukungan masyarakat peretas.

Dia berpikir, perubahan sekecil apa pun akan sangat berguna.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved