Tuntutan Perkosaan Wartawan Cantik Jepang Berhasil Dikabulkan Pengadilan, Bayar 3,3 Juta Yen

Ito mengaku pertama kali bertemu dengan Yamaguchi hanya berduaan dan diajak makan malam serta minum alkohol.

Tuntutan Perkosaan Wartawan Cantik Jepang Berhasil Dikabulkan Pengadilan, Bayar 3,3 Juta Yen
Richard Susilo
Shiori Ito wartawan Jepang 

 Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tuntutan Shiori Ito wartawan Jepang yang merasa diperkosa mantan wartawan TV TBS Biro Washington, dikabulkan hakim Akihiro Suzuki sebesar 3,3 juta yen di bawah tuntutan awal sebesar 11 juta yen Rabu ini (18/12/2019).

 “Penuntut Ito tidak memiliki motif untuk menyatakan kerusakan secara keliru, sedangkan penjelasan Noriyuki Yamaguchi (53) telah berubah secara tidak masuk akal, dan telah menilai bahwa ada keraguan serius tentang kredibilitas,” papar hakim Suzuki Rabu ini (18/12/2019).

 Oleh karena itu hakim mengabulkan tuntutan Ito meskipun hanya sebagian kecil saja.

 Tahun 2015 Ito dipanggil Yamaguchi ke hotel Miyako di Tokyo untuk membicarakan pengurusan visa dia bekerja di Washington.

 Ito mengaku pertama kali bertemu dengan Yamaguchi hanya berduaan dan diajak makan malam serta minum alkohol.

 Setelah mabok menurut Ito mereka ke kamar hotel tersebut dan di situ terjadi pemerkosaan, ungkap Ito.

 Selain itu Ito mengungkap tidak ada rasa romantik apa pun antara keduanya karena tujuannya hanya untuk bekerja di TBS biro Washington dan ditawarkan kerja oleh Yamaguchi, tambahnya.

 Dalam pemeriksaan polisi ada bukti DNA pada celana dalam Ito.

 Selain itu juga rekaman CCTV taksi di mana Ito meminta segera diantar ke Stasiun kereta api dari hotel.

 Saat surat penangkapan Yamaguchi dikeluarkan mendadak dibatalkan oleh polisi penyidik bernama Nakamura tanpa penjelasan apa pun.

Pembatalan mendadak itupun sampai diungkapkan dalam rapat parlemen Jepang di muka PM Jepang Shinz┼Ź Abe dan anggota parlemen tersebut meminta polisi Nakamura diajukan ke parlemen untuk memberikan kesaksian latar belakang pembatalan tersebut dan siapa yang menyuruhnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved