Kantor Anggota Parlemen Jepang Digerebek, Diduga Terima Uang Tunai Jutaan Yen dari Perusahaan China

Kantor anggota parlemen Jepang, Tsukasa Akimoto (48) digerebek satuan tugas khusus kejaksaan, Kamis karena diduga menerima uang dari perusahaan China.

Kantor Anggota Parlemen Jepang Digerebek, Diduga Terima Uang Tunai Jutaan Yen dari Perusahaan China
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Penggerebekan kantor anggota parlemen Jepang (kiri), Tsukasa Akimoto (kanan), Kamis (19/12/2019) malam karena terima uang jutaan yen dari perusahaan China bergerak bidang kasino. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kantor anggota parlemen Jepang dari Partai Liberal (LDP), Tsukasa Akimoto (48) dari daerah pemilihan Tokyo 15 digerebek satuan tugas khusus kejaksaan, Kamis (19/12/2019) malam karena diduga menerima uang jutaan yen dari perusahaan China.

"Kalau kantor anggota parlemen sudah digerebek, pihak kejaksaan pasti memiliki bukti sangat kuat keterlibatan tersangka menerima uang ilegal jutaan yen dari luar negeri," ungkapYasuyuki Takai, seorang pengacara yang juga mantan jaksa khusus senior Jepang kemarin.

Tersangka Akimoto yang juga mantan wakil menteri IR (International Relations) sampai dengan Oktober tahun lalu adalah ketua komisi IR LDP.

"Saya tidak pernah berbuat yang melanggar hukum, maaf kepada masyarakat atas kejadian ini," tulis Akimoto melalui twitter-nya kemarin.

Penggerebekan kantor anggota parlemen Jepang (kiri), Tsukasa Akimoto (kanan), Kamis (19/12/2019) malam karena terima uang jutaan yen dari perusahaan China bergerak bidang kasino.
Penggerebekan kantor anggota parlemen Jepang (kiri), Tsukasa Akimoto (kanan), Kamis (19/12/2019) malam karena terima uang jutaan yen dari perusahaan China bergerak bidang kasino. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Sebuah perusahaan China dari Shenzhen, Provinsi Guangdong, telah membawa uang jutaan yen secara tunai, lalu diserahkan melalui Sekretaris Akimoto untuk maksud tertentu.

Perusahaan China tersebut memang bergerak di bidang kasino internet dan lotere olahraga dan ingin menginvestasikan uangnya pada perusahaan kasino yang akan dibuatnya di Okinawa dan Hokkaido.

UU IR Jepang kini sudah memungkinkan membuka kasino di beberapa tempat termasuk antara lain di Okinawa dan Hokkaido.

Tersangka Akimoto diduga melanggar Undang-Undang Perdagangan Luar Negeri dan Undang-undang pertukaran mata uang asing yang membawa lebih dari 1 juta yen uang tunai ke Jepang.

Baca: Turbin Pesawat ANA Jepang Bagian Kanan Terbakar di Udara Penumpang Selamat Semua

Baca: Menhan RI Prabowo Subianto Bertemu Menhan Jepang Taro Kono Jumat Besok

Baca: Gadis 24 Tahun Melamar Kekasihnya, Beri Hadiah Mobil BMW dan Akta Rumah

Kantor Akimoto di Chiyoda-ku, Tokyo dan juga kantor lokalnya di Koto-ku, Tokyo digerebek pihak kejaksaan. Semua dokumen disita satuan khusus pihak kejaksaan Jepang kemarin sore hingga malam hari.

"Saya sangat menyesal. Saya tidak terlibat dalam kesalahan apa pun. Saya akan menyampaikan lagi kalau ada perkembangan baru nantinya," tulis Akimoto melalui akun Facebook dan Twitter miliknya,

Perusahaan China tersebut mendirikan anak perusahaan Jepang pada bulan Juli 2017, bertujuan untuk memasuki bisnis IR di Okinawa dan Hokkaido.

Departemen Investigasi Khusus Kejaksaan Jepang dengan hati-hati memeriksa latar belakang dan tujuan serta asumsi adanya kemungkinan bahwa uang tunai yang dibawa tersebut dilakukan oleh orang yang bertanggung jawab atas sebuah perusahaan Jepang, telah diberikan tunai kepada Akimoto melalui sekretarisnya.

Bagi penggemar Jepang dapat ikut diskusi dan info terakhir dari WAG Pecinta Jepang. Email nama lengkap dan nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved