Senin, 20 April 2026

ISIS 'berusaha bangkit' di Irak: 'Mereka memiliki teknik dan taktik lebih baik, dan uang lebih banyak'

Ada indikasi bahwa para jihadis mulai kembali memperkuat barisan di Irak — apakah dunia Barat perlu khawatir?

"Kita dapat mengatakan mereka ada di delta antara sungai Great Zab dan Tigris secara permanen," katanya.

"Ada terlalu banyak aktivitas ISIS di daerah yang dekat dengan Tigris. Dari hari ke hari kita dapat melihat pergerakan ISIS, dan aktivitasnya."

Menurut laporan intelijen Peshmerga, barisan ISIS di area itu baru-baru ini diperkuat oleh sekitar 100 pejuang yang melintasi perbatasan dari Suriah, termasuk beberapa orang asing dengan sabuk bom bunuh diri.

Major General Sirwan Barzani
BBC
"Jika situasi berlanjut seperti ini, ISIS akan menjadi lebih terorganisasi pada 2020," kata Mayjen Sirwan Barzani.

Dari puncak bukit di Gwer inilah Peshmerga melancarkan ofensif pertama mereka melawan ISIS pada Agustus 2014. Sang mayjen – dan tentara lainnya di sini – mengatakan sejarah terulang kembali.

"Saya bisa membandingkan 2019 dengan 2012," tuturnya, "ketika mereka baru mulai, mengorganisasi diri, dan memungut pajak dari masyarakat. Jika situasi berlanjut seperti ini, pada 2020 mereka akan semakin terorganisasi, semakin kuat, dan melancarkan lebih banyak serangan."

Pejabat intelijen Kurdi memperkirakan kekuatan ISIS di Irak sebanyak 10.000 orang, dengan 4000-5000 petarung, dan sisanya berupa sel tidur serta simpatisan.

Komunitas internasional harusnya khawatir, menurut Lahur Talabany. "Semakin nyaman mereka di sini," ujarnya, "semakin mereka memikirkan operasi di luar Irak dan Suriah."

Terus menekan

Komandan militer AS tertinggi di Irak mengatakan ISIS berusaha menyusun diri mereka kembali namun kali ini menghadapi tanggapan berbeda dari pasukan keamanan Irak dan Kurdi.

Menurut Brigadir Jenderal William Seely, Komandan Gugus Tugas-Irak, pasukan ini lebih siap daripada pada tahun 2014 ketika ISIS menguasai sepertiga Irak dan mengambil alih Mosul, kota terbesar kedua, hampir tanpa lawan.

"ISF [Iraqi security forces, pasukan keamanan Irak] dan Peshmerga bukan pasukan yang sama seperti ketika Mosul jatuh," kata Brigjen Seely. "Kami di sini telah menambah latihan mereka. ISF tetap siaga untuk memastikan momentum melawan Daesh [ISIS] tetap kuat."

Map: Map of Iraq and Syria

Ia menyebut satu bulan, dari pertengahan Oktober sampai pertengahan November, ketika ISF melancarkan 170 "operasi pembersihan" dan menghancurkan hampir 1700 komponen untuk bom rakitan atau improvised explosive devices (IED).

Ia mengatakan petarung ISIS kini bersembunyi di dalam gua dan gurun "dalam kondisi yang tidak tertahankan dalam jangka panjang", dan mereka tidak bisa bergerak dalam formasi besar.

"Paling besar yang saya lihat selama enam bulan di sini adalah 15," ujarnya, seraya menambahkan bahwa satu prajurit ISIS pun sudah terlalu banyak.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved