Jumat, 10 April 2026

ISIS 'berusaha bangkit' di Irak: 'Mereka memiliki teknik dan taktik lebih baik, dan uang lebih banyak'

Ada indikasi bahwa para jihadis mulai kembali memperkuat barisan di Irak — apakah dunia Barat perlu khawatir?

Ada indikasi kuat bahwa kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam (ISIS) kembali mengorganisasi di Irak, dua tahun setelah kehilangan wilayah terakhirnya di negara tersebut.

Pejabat intelijen Kurdi dan Barat mengatakan kepada BBC bahwa kehadiran ISIS di Irak merupakan aksi pemberontakan yang canggih, dan serangan ISIS terus bertambah.

Para militan kini lebih terampil dan lebih berbahaya daripada al-Qaida, menurut Lahur Talabany, pejabat tinggi di pasukan kontra terorisme Kurdi.

"Mereka punya teknik yang lebih baik, taktik yang lebih baik, dan uang yang lebih banyak," ujarnya.

"Mereka mampu membeli kendaraan, senjata, suplai makanan, dan peralatan. Dalam hal teknologi, mereka lebih piawai. Sekarang lebih sulit untuk mengungkap tempat persembunyian mereka. Jadi, mereka seperti al-Qaida dengan steroid."

Sang kepala intelijen menyampaikan penilaiannya secara gamblang dengan logat London — warisan dari pengalamannya bertahun-tahun tinggal di Inggris setelah keluarganya melarikan diri dari rezim Saddam Hussein.

Di dalam markasnya di Sulaimaniya, terletak di perbukitan kawasan Kurdistan di Irak Utara, ia menggambarkan organisasi yang selama 12 bulan terakhir berusaha bangkit kembali dari reruntuhan kekhalifahan.

"Kami melihat aktivitas meningkat, dan kami pikir fase membangun kembali sudah selesai," kata Talabany, yang memimpin Agensi Zanyari, satu dari dua agensi intelijen di Irak Kurdistan.

ISIS yang berbeda telah muncul, ujarnya, yang tidak lagi ingin menguasai wilayah manapun demi mencegah dirinya menjadi target. Alih-alih – seperti pendahulu mereka di al-Qaida – para ekstremis itu bersembunyi di bawah tanah, di Pegunungan Hamrin di Irak.

"Inilah pusat kegiatan untuk ISIS saat ini," kata Talabany. "Ini pegunungan yang panjang, dan sangat sulit dikendalikan tentara Irak. Ada banyak tempat persembunyian dan gua."

Penampakan udara gua bekas tempat persembunyian para petarung ISIS.
BBC
Gua bekas tempat persembunyian para petarung ISIS.

Ia memperingatkan bahwa ISIS akan diperkuat oleh kerusuhan di ibu kota Irak, Baghdad, saat ini dan akan memanfaatkan rasa keterasingan di antara sesama Muslim Sunni, yang merupakan kelompok minoritas. Di Irak, ini merupakan pola yang akrab dan berbahaya.

"Jika situasi politik sedang kisruh," ujarnya, "Ini Surga atau Natal datang lebih awal untuk ISIS."

Memperkuat barisan

Militan juga mendapat manfaat dari ketegangan hubungan antara Baghdad dan pemerintah wilayah Kurdistan, menyusul referendum kemerdekaan Kurdi pada 2017.

Sekarang ada wilayah luas tanah tak bertuan di Irak utara antara pasukan keamanan Kurdi Peshmerga dan sejawat mereka di Irak. Menurut Talabany, satu-satunya yang berpatroli di daerah ini adalah ISIS.

Seorang tentara Peshmerga mengawasi tanah tak bertuan.
BBC
Seorang tentara Peshmerga mengawasi tanah tak bertuan tempat para petarung ISIS berpatroli.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved