Sabtu, 30 Agustus 2025

Wapres Ma'ruf Amin Minta Menteri Retno dan Prabowo Percepat Pembebasan Satu Sandera Abu Sayyaf

Ma'ruf Amin meminta Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto cepat membebskan WNI yang disandera Abu Sayyaf.

TRIBUNNEWS.COM/RINA AYU
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mempercepat, upaya pembebasan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi sandera kelompok geriliya Abu Sayyaf di Filipina.

Diketahui, dari tiga WNI yang disandera sejak September lalu, dua diantaranya telah bebaskan pada Minggu (22/12/2019) lalu.

Hal itu disampaikan Ma'ruf saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019).

"Sekarang lagi ditangani oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, sudah ada yang dibebaskan. Pemerintah mengutus Menlu dan Menhan untuk segera selesaikan," ujar Ketua MUI non-aktif ini.

Menurutnya, kejadian nelayan Indonesia yang diculik di Filipina telah berulang kali terjadi.

Baca: Bebas Bersyarat, Ini Tanggapan Ratna Sarumpaet Soal Prabowo Masuk Kabinet Jokowi, Kita Tunggu Saja

Baca: Ratna Sarumpaet Akui Berada di Posisi yang Salah

Ketiga nelayan Indonesia ketika dihadapkan dalam rekaman video yang dirilis Abu Sayyaf pekan lalu. Ketiganya ditangkap September lalu, di mana Abu Sayyaf meminta tebusan Rp 8 miliar
Ketiga nelayan Indonesia ketika dihadapkan dalam rekaman video yang dirilis Abu Sayyaf pekan lalu. Ketiganya ditangkap September lalu, di mana Abu Sayyaf meminta tebusan Rp 8 miliar (Kompas.com/Screengrab from The Star)

Sehingga memerlukan pembenahan untuk melindungi WNI yang bekerja sebagai nelayan.

"Ya pasti akan kita evaluasi-evaluasi, sudah beberapa kali kejadian. Akan kita evaluasi jangan sampai nanti terjadi lagi," ungkapnya.

Menlu Retno Marsudi secara simbolis menyerahkan dua WNI sandera Abu Sayyaf, Maharuddin Lunani (48) dan Samiun Maneu (27), berbaju biru, kepada perwakilan keluarga, Kamis (26/12/2019).
Menlu Retno Marsudi secara simbolis menyerahkan dua WNI sandera Abu Sayyaf, Maharuddin Lunani (48) dan Samiun Maneu (27), berbaju biru, kepada perwakilan keluarga, Kamis (26/12/2019). (TRIBUNNEWS/LARASATI DYAH UTAMI)

Diketahui pembebasan dua WNI korban sandera merupakan kerja sama intensif Indonesia dengan pemerintah Filipina.

Dalam baku tembak prores pembebasan seorang aparat militer Filipina tewas.

Serah terima dua WNI dari Kementerian Luar Negeri RI ke pihak keluarga dilakukan Kamis sore kemarin langsung oleh Menlu Retno Marsudi.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan