Sabtu, 16 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Rahasia Bocor! China Disebut Raup Untung Besar Dari Perang Iran vs AS

Laporan rahasia AS bocor! China disebut diam-diam raup untung besar saat perang Iran bikin stok rudal Amerika terkuras habis.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Laporan rahasia Pentagon menyebut China berhasil memanfaatkan perang Iran untuk memperkuat pengaruh diplomatik, ekonomi, militer, dan geopolitik di tengah tekanan terhadap AS.
  • Beijing disebut menjual persenjataan ke sekutu AS di kawasan Teluk Persia.
  • Perang Iran dinilai menguras amunisi penting militer AS seperti Patriot, THAAD, dan Tomahawk, sementara China mempelajari strategi perang modern Amerika untuk memperkuat kemampuan militernya.

TRIBUNNEWS.COM - Laporan intelijen rahasia Amerika Serikat mengungkap kekhawatiran baru terkait dampak perang Iran terhadap keseimbangan kekuatan global.

Dalam laporan tersebut, China disebut berhasil memanfaatkan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran untuk memperkuat posisi strategisnya di berbagai bidang.

Laporan intelijen yang disusun oleh direktorat intelijen Staf Gabungan militer Amerika Serikat menggunakan kerangka analisis “DIME” mengungkap sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari, China aktif mengambil berbagai keuntungan strategis dari konflik tersebut.

Menurut para pejabat AS yang mengetahui isi dokumen rahasia itu, juga mengatakan Beijing tidak hanya memantau perkembangan konflik di Timur Tengah, tetapi juga memanfaatkan situasi tersebut untuk memperluas pengaruh globalnya di tengah meningkatnya tekanan terhadap Amerika Serikat.

Beijing dinilai aktif membangun citra sebagai negara yang mendukung perdamaian dan stabilitas dunia.

Tak hanya itu, Pemerintah China secara terbuka mengkritik perang Iran dan menyebut konflik tersebut sebagai tindakan ilegal. 

Sikap tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi diplomatik Beijing untuk melemahkan citra Amerika Serikat sebagai penjaga tatanan internasional berbasis aturan.

Pengamat menilai China berusaha menampilkan diri sebagai kekuatan dunia yang lebih stabil, diplomatis, dan fokus pada penyelesaian konflik melalui dialog dibanding pendekatan militer yang dilakukan Washington.

“Secara keseluruhan, perang di Iran secara signifikan meningkatkan posisi geopolitik China,” ujar Jacob Stokes, peneliti senior di Center for a New American Security.

China Disebut Raup Keuntungan 

Tidak hanya bergerak melalui jalur diplomasi, Beijing disebut memanfaatkan perang Iran di berbagai sektor mulai dari ekonomi, militer, hingga geopolitik guna memperkuat posisinya sebagai kekuatan global alternatif.

Situasi tersebut muncul setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah serta berdampak langsung terhadap stabilitas energi dunia.

Baca juga: Trump Kecolongan, Iran Klaim Sedang Bongkar Teknologi Rudal Tomahawk AS untuk Dijadikan Senjata Baru

Salah satu dampak paling besar terjadi ketika Iran menutup Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur distribusi hampir seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut langsung memicu kekhawatiran di pasar internasional karena berpotensi mengganggu rantai pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Di tengah situasi itu, China disebut bergerak cepat membantu sejumlah negara memenuhi kebutuhan energi mereka.

Beijing bahkan dilaporkan menawarkan akses energi alternatif serta teknologi energi hijau kepada beberapa negara sebagai solusi jangka panjang menghadapi ketidakstabilan pasokan energi global akibat perang.

China Jual Senjata ke Sekutu AS

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved