Iran Vs Amerika Memanas

Ketika Donald Trump-Khamenei Saling Ancam, Ceritakan Detil Pembunuhan Jenderal Qassem

Ketegangan memuncak ketika militer AS membunuh Mayor Jenderal Qassem Soleimani menggunakan rudal yang dilepaskan pesawat tak berawak pada 3 Januari.

Ketika Donald Trump-Khamenei Saling Ancam, Ceritakan Detil Pembunuhan Jenderal Qassem
Official of the Iranian Supreme Leader via AP via Times of Israel / AP Jose Luis Magana via USA Today
Pemimpin tertinggi Iran, Khamenei, menyebut Donald Trump sebagai badut saat khotbah salat Jumat, 17 Januari 2020. Terkait hal ini, Trump pun memberikan peringatan. 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Ketegangan Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali muncul ketika terjadi perang pernyataan antara Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dengan Donald Trump.

Dalam khotbah salat Jumat di Teheran, Ali Khamenei menyebut pasukan Garda Revolusi Iran bertempur di luar perbatasan Iran.

Membalas pernyataan tersebut Presiden Donald Trump, melalui akun Twitter, memperingatkan Ali Khamenei agar hati-hati bicara.

"Yang disebut 'Pemimpin Agung' Iran, yang belakangan ini belum begitu agung, telah mengucapkan hal-hal kotor tentang AS dan Eropa. Ekonomi mereka sedang ambruk, dan rakyat mereka sengsara. Dia mesti hati-hati dengan omongannya!"

Pernyataan Khamenei itu muncul di tengah krisis yang semakin mendera Iran saat negeri para mullah itu bergulat mengatasi keresahan di dalam negeri dan tekanan yang meningkat dari luar negeri.

Ketegangan memuncak ketika militer AS membunuh Mayor Jenderal Qassem Soleimani menggunakan rudal yang dilepaskan pesawat tak berawak (drone) pada 3 Januari lalu.

Sebagai balasan, Iran menambakkan belasan rudal ke markas militer AS di Irak, 8 Januari.

Dalam situasi tegang itu, pesawat Ukraina tertembak jatuh oleh dua rudal Iran karena salah indentifikasi.

"Musuh-musuh kami....senang, mereka menemukan alasan untuk merongrong pasukan Garda, angkatan bersenjata dan sistem kami," ujar Khamenei dalam khotbahnya.

Baca: Hari Ini Dalam Sejarah: 19 Januari 1999: Lakukan Aksi Cyberstalking, Seorang Pria Dipenjara 6 Tahun

Baca: Pemimpin Tinggi Iran Pimpin Salat Jumat Pertama Kalinya dalam 8 Tahun, Singgung Amerika saat Khotbah

Ia menyanjung Garda Revolusi Iran karena melindungi Iran dan memperbarui kembali seruannya bagi pasukan AS agar meninggalkan kawasan Teluk.

Halaman
1234
Penulis: Febby Mahendra
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved