Minggu, 31 Mei 2026

Virus Corona

Ini Kesulitan Pemerintah Evakuasi WNI di China

Faizasyah tak mau membanding-bandingkan antara Indonesia dan negara lain terkait proses evakuasi dari China.

Tayang:
Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DIHAN AJI NUGROHO
Sejumlah wisatawan asal Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam, Selasa (28/1). Meningkatnya warga negara china yang terdeteksi virus corona di Singapura membuat pengawasan terhadap lalulintas warga negara asing maupun WNI diperketat untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. (TRIBUN BATAM/Argianto Dihan Aji Nugroho) 

Hal tersebut berbanding terbalik dengam sejumlah negara seperti Jepang dan Amerika yang telah bergerak mengevakuasi warganya dari China.

Faizasyah tak mau membanding-bandingkan antara Indonesia dan negara lain terkait proses evakuasi dari China.

"Yang hanya bisa kami sampaikan, semua sistem bekerja pada saat sekarang dan pemerintah melalui kedubes kita di Beijing telah ditugaskan khususs oleh Menlu RI untuk mengaktifkan dan mengefektifkan komunikasi dengan otoritas China," ujarnya.

Saat ini, dikatakan Faizasyah, pemerintah belum mendapatkan update terkait izin dari Tiongkok soal evakuasi. Namun, pemerintah terus mematangkan kesiapan teknis sebab wilayah yang terdampak wabah corona banyak, dan WNI di sana tersebar tak hanya di satu titik.

"Jaraknya cukup jauh, ada yang 500 km dari Wuhan, jaraknya tidak dekat. Jangan bayangkan seperti di Jakarta," ujarnya.

Provinsi Hubei yang disebut Faizasyah sebesar Suriah dan berpenduduk sekitar 60 juta orang itu, menjadi alasan pemerintah terus mematankan koordinasi baik di internal maupun teknis di lapangan.

"Kesiapan teknis tidak sebatas itu, tapi bagaimana memastikan pada saatnya nanti, mereka yang tersebar di Provinsi Hubei dapat dikumpulkan dan dikirim (ke Indonesia)," pungkasnya.

Faizasyah meminta agar publik memaklumi proses pematangan terkait evakuasi di Wuhan.

Pasalnya, WNI yang berada di China tersebar di berbagai macam provinsi selain Wuhan dan Hubei.

"Kesiapan di Jakarta kita matangkan , demikian juga di Hubei. Ada titik-titik distribusi bantuan melalui transfer ya dengan semikian kita juga membayangkan ada sebaran warga kita yang cukup banyak, tidak terfokus satu kota, tapi kita terus mencoba mengclearkan proses yang akan mendukung evakuasi nanti," ujarnya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi secara khusus meminta Duta Besar Indonesia di Tiongkok untuk menyampaikan pesan secara intensif dengan otoritas di Tiongkok.

"Saya tidak mau mendahului ya seberapa dekat atau jauh. semua disiapkan dan mudah-mudahan (evakuasi) dalam waktu relatif dekat," kata Faizasyah.

Baca: DPR Minta Pemerintah Segera Mengevakuasi WNI dari Wuhan

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto mengatakan TNI AU telah menyiagakan dua pesawat Boeing 737 dan satu Hercules C 130 untuk menindaklanjuti rencana proses evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China menyusul merebaknya virus Corona atau Novel Coronavirus (2019nCoV) di wilayah tersebut.

Ia mengatakan, ketiga pesawat yang disiapkan tersebut mampu mengangkut seratus sampai dua ratus orang. Selain itu TNI AU juga telah menyiapkan personel dari batalion kesehatan dalam menjalankan tugas tersebut.

"Hasil rapat dua hari yang lalu dengan Kemenko Polhukam, Kemenkes, dan Kemenlu, kita sudah siapkan pesawat Boeing 737 dan Hercules C130. Kita juga siapkan personel dari batalion kesehatan," kata Fajar.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved