Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

60 Hingga 70 Orang Meninggal Setiap Hari Akibat Terinfeksi Virus Corona

Sebanyak 60 hingga 70 orang meninggal setiap harinya akibat terinfeksi virus mematikan corona.

Editor: Dewi Agustina
FB ANAS SETYA
Pekerja migran asal Indonesia di Hong Kong, Anas Setya, Kamis, 6 Februari 2020 melalui akun facebook-nya membagikan foto warga Hong Kong panik mengantre masker di sejumlah toko karena dilanda isu akan ada kebijakan karantina terkait penyebaran virus corona di Hong Kong. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jumlah kematian akibat virus corona di China semakin bertambah tiap harinya.

Otoritas Provinsi Hubei melaporkan 70 kasus kematian baru sehingga total menjadi 638 orang meninggal.

Jumlah warga di China yang positif terinfeksi virus tersebut juga melonjak menjadi 31.493 orang. Sementara di luar China, kasus virus corona mencapai 220 orang terinfeksi.

Laporan terbaru itu berdasarkan data yang dipublikasikan pada https://www.worldometers.info/ Coronavirus Death Toll and Trends pada Jumat kemarin.

Namun, CGTN melaporkan sudah ada lebih dari 1.540 pasien terinfeksi virus corona dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan.

Pada 6 Februari lalu, tercatat jumlah pasien meninggal akibat virus corona mencapai 565 orang.

Sedangkan, pada 5 Februari lalu tercatat 492 orang meninggal akibat virus ini.

Artinya, sebanyak 60 hingga 70 orang meninggal setiap harinya akibat terinfeksi virus mematikan ini.

Selain itu, penyebaran virus corona dari China terus dikonfirmasi 28 negara di dunia.

The Guardian melansir, pemerintah Inggris juga telah melaporkan orang ketiga yang positif terinfeksi virus corona.

Baca: Menengok Posko Kesehatan Dekat Karantina WNI dari Wuhan, Warga Natuna Bisa Tanya Soal Virus Corona

Baca: Dugaan Kasus Novel Corona Virus di Indonesia Terus Bertambah, Tapi Hasilnya Negatif

Seorang pria paruh baya terinfeksi virus corona baru ini setelah melakukan perjalanan dari Singapura. Dugaan terinfeksi virus tersebut pada Kamis (6/2/2020) waktu setempat.

Para pejabat di Inggris kemudian menyarankan agar dokter dan tim medis di negara tersebut untuk siaga terhadap virus corona.

Sebab, dimungkinkan sejumlah orang yang kembali dari perjalanan dari sejumlah negara, dapat berisiko terinfeksi atau membawa virus corona dari China.

Singapura dan Taiwan juga mengonfirmasi adanya kasus baru virus corona pada Kamis (6/2/2020). Tiga kasus virus corona baru dilaporkan Taiwan, seperti melansir dari CNN.

Menurut Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, total pasien virus corona di Taiwan ini mencapai 16 orang terinfeksi.

Sedangkan di Singapura, dua kasus tambahan coronavirus telah dikonfirmasi pemerintah setempat. Total pasien virus corona di Negeri Singa itu hingga saat ini mencapai 30 pasien.

CGTN melaporkan lebih dari 1.540 orang yang terinfeksi virus corona telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan.

Baca: Virus Corona Bikin Wisatawan Reschedule, Kadis Pariwisata : Datanglah, Natuna Indah Clear and Clean

Baca: UPDATE Pasien Virus Corona per Sabtu, 8 Februari 2020: 34.872 Terinfeksi, 1.568 Orang Sembuh

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mempercepat penelitian dan inovasi untuk mengatasi virus corona baru yang kali pertama menyebar dari Kota Wuhan, China.

Berdasarkan siaran berita di situ WHO, Kamis (6/2/2020), WHO mengadakan forum penelitian dan inovasi global untuk memobilisasi aksi tanggap internasional terhadap virus corona baru (Novel coronavirus).

"Memanfaatkan kekuatan sains sangat penting untuk mengendalikan wabah (virus corona) ini," ujar Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Menurutnya, ada alat yang sangat dibutuhkan dan perlu dikembangkan secepat mungkin.

WHO memainkan peran penting dalam koordinasi untuk menyatukan komunitas ilmiah guna mengidentifikasi penelitian utama untuk mengatasi virus ini.

Forum ini akan diselenggarakan pada 11-12 Februari 2020 di Jenewa dan akan mempertemukan para ilmuwan dunia dan sejumlah pihak.

Tujuan diselenggarakannya forum ini oleh WHO adalah mengejar penelitian terhadap virus 2019-nCoV, guna pengembangan vaksin, terapi dan diagnostik dari virus corona baru ini.

Baca: VIRAL Foto Tangan Dokter Bengkak & Merah, Teliti Virus Corona 12 Jam Sehari, Jam 3 Pagi Masih Kerja

Baca: Pria di China Diduga Tertular Virus Corona setelah Bertemu Pasien yang Terinfeksi selama 15 Detik

Xi Jinping Percaya Diri

Dua pimpinan negara kuat yang terlibat perang dagang beberapa tahun terakhir, yakni Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, melakukan pembicaraan lewat sambungan telepon perihal penanganan wabah virus corona.

Presiden Xi menyampaikan agar Amerika Serikat bersikap sewajarnya pada China atas kejadian munculnya virus corona di Negeri Panda.

Dilansir dari Xinhua Net, Xi percaya diri mengatakan, negaranya mampu menghadapi virus yang telah menjangkiti lebih dari 30 ribu orang tersebut.

"Upaya pencegahan dan pengendalian Tiongkok secara bertahap membuahkan hasil positif. Kami percaya diri dan mampu memerangi epidemi,” kata Xi.

Xi berharap agar Amerika Serikat bersama China dapat menjaga komunikasi, memperkuat koordinasi dan bekerja sama untuk mengatasi wabah ini.

Kedua pemimpin juga berbicara tentang perjanjian ekonomi dan perdagangan fase satu yang ditandatangani oleh negara mereka baru-baru ini, dan sepakat untuk mendorong hubungan bilateral.

Pada akhir Januari lalu, Presiden Trump menawarkan China bantuan untuk mengatasi wabah virus berjenis 2019-nCoV.

Trump menulis tawaran bantuan melalui akun twitter-nya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (28/1/2020).

"Kami sangat erat berkomunikasi dengan China mengenai virus corona. Kasus virus corona di AS sangat kecil, tetapi kami terus memantau. Kami menawarkan bantuan apa saja yang diperlukan kepada China dan Presiden Xi (Jinping). Pakar-pakar kita luar biasa!," tulis Trump.

Berikut data kasus infeksi virus corona di sejumlah negara dari Worldomater:

China : 31,173 terinfeksi dan 636 meninggal
Jepang : 86 terinfeksi
Singapore : 30 terinfeksi
Thailand : 25 terinfeksi
Hong Kong : 24 terinfeksi dan 1 meninggal
Korea Selatan : 24 terinfeksi
Taiwan : 16 terinfeksi
Australia : 15 terinfeksi
Malaysia : 14 terinfeksi
Germany : 13 terinfeksi

Penderita yang terinfeksi virus Corona di keluarkan dari kapal pesiar Diamond Princess untuk di evakuasi di karantina di rumah sakit Yokohama.
Foto Richard Susilo
Penderita yang terinfeksi virus Corona di keluarkan dari kapal pesiar Diamond Princess untuk di evakuasi di karantina di rumah sakit Yokohama. Foto Richard Susilo (Richard Susilo)

Vietnam : 12 terinfeksi
Amerika Serikat : 12 terinfeksi
Macau : 10 terinfeksi
Kanada : 7 terinfeksi
Prancis : 6 terinfeksi
Arab Saudi : 5 terinfeksi
Filipina : 3 terinfeksi dan 1 meninggal
Inggris : 3 terinfeksi
Italia : 3 terinfeksi

Pekerja migran asal Indonesia di Hong Kong, Anas Setya, Kamis, 6 Februari 2020 melalui akun facebook-nya membagikan foto warga Hong Kong panik mengantre masker di sejumlah toko karena dilanda isu akan ada kebijakan karantina terkait penyebaran virus corona di Hong Kong.
Pekerja migran asal Indonesia di Hong Kong, Anas Setya, Kamis, 6 Februari 2020 melalui akun facebook-nya membagikan foto warga Hong Kong panik mengantre masker di sejumlah toko karena dilanda isu akan ada kebijakan karantina terkait penyebaran virus corona di Hong Kong. (FB ANAS SETYA)

India : 3 terinfeksi
Rusia : 2 terinfeksi
Finlandia : 1 terinfeksi
Swedia : 1 terinfeksi
Sri Lanka : 1 terinfeksi
Kamboja : 1 terinfeksi
Nepal : 1 terinfeksi
Spanyol : 1 terinfeksi
Belgia : 1 terinfeksi

(AFP/BBC/kps/rin/coz)

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan