Minggu, 17 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Targetkan 'Hantu al-Qassam', Israel Gelar Operasi Udara Buru Pemimpin Tertinggi Militer Hamas

Israel menggempur Kota Gaza demi memburu Izz al-Din al-Haddad, sosok misterius Hamas yang dijuluki Hantu al-Qassam.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Israel melancarkan serangan udara besar di Kota Gaza untuk memburu pemimpin militer Hamas, Izz al-Din al-Haddad.
  • Sedikitnya tujuh warga Palestina tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka dalam operasi tersebut.
  • Israel menyebut Haddad sebagai dalang serangan 7 Oktober 2023, sementara Hamas belum mengonfirmasi nasib tokoh yang dijuluki “Hantu al-Qassam” itu.

 

TRIBUNNEWS.COM - Israel melancarkan serangan udara besar ke Kota Gaza dengan target utama pemimpin militer Hamas, Izz al-Din al-Haddad.

Tokoh Hamas itu dikenal dengan julukan “Hantu al-Qassam” karena jarang muncul di publik dan memiliki profil operasi yang sangat tertutup.

CNN melaporkan serangan terjadi di kawasan al-Rimal, Kota Gaza, pada Jumat (15/5/2026).

Serangan tersebut menghantam sebuah bangunan apartemen tempat tinggal sebelum disusul serangan kedua ke sebuah kendaraan di dekat lokasi.

Layanan darurat Gaza menyebut sedikitnya tujuh orang tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka akibat serangan itu.

Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Mohammed Abu Salmiya, mengatakan korban tewas termasuk tiga perempuan dan seorang anak.

“Kompleks medis sejauh ini telah menerima jenazah tiga wanita dan seorang anak di antara tujuh korban tewas,” kata Abu Salmiya kepada CNN.

Israel Sebut Haddad Dalang Serangan 7 Oktober

Pemerintah Israel menyebut operasi tersebut secara khusus menargetkan Haddad yang dianggap sebagai pemimpin militer Hamas paling senior di Jalur Gaza saat ini.

Baca juga: Brigade Qassam Kecam Pihak yang Ragukan Dukungan Ayatullah Ali Khamenei untuk Palestina: Dia Martir

Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz menuding Haddad sebagai salah satu otak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

“Haddad bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan kerugian yang ditimbulkan pada ribuan warga sipil dan tentara Israel,” bunyi pernyataan pemerintah Israel yang dikutip Ynet Global.

Israel juga menuduh Haddad menolak rencana demiliterisasi Gaza yang didukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pernyataan itu turut menegaskan operasi tersebut menjadi pesan keras bagi para petinggi Hamas lainnya.

“Cepat atau lambat, Israel akan menangkap kalian,” lanjut pernyataan tersebut.

Sosok Misterius 'Hantu al-Qassam'

Menurut Ynet Global, Haddad kini menjadi figur paling penting dalam struktur militer Hamas setelah tewasnya sejumlah tokoh utama kelompok itu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved