Virus Corona
Pesawat Charteran ANA Turut Evakuasi Warga China dan WNA Lainnya Kembali ke Jepang
Ini adalah pertama kalinya Jepang membawa serta warga China yang juga istri dan atau suami dari warga Jepang beserta anaknya.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pesawat charteran ANA yang mengevakuasi warga Jepang dari China gelombang ke-4, Jumat (7/2/2020) tiba di Bandara Haneda sekitar jam 10.00 waktu Jepang.
Ini adalah pertama kalinya Jepang membawa serta warga China yang juga istri dan atau suami dari warga Jepang beserta anaknya.
"Angkutan tersebut membuktikan Jepang juga mengevakuasi warga China atau asing ke Jepang untuk evakuasi mereka karena masih terkait keluarga dengan warga Jepang," kata sumber Tribunnews.com, Sabtu (8/2/2020).
Menanggapi penyebaran pneumonia yang disebabkan oleh coronavirus baru, pesawat-pesawat pemerintah saja yang telah dipertimbangkan untuk digunakan dalam mengevakuasi warga Jepang dari Provinsi Hubei di Cina masih tetap dipikirkan.
Fakta bahwa jumlah orang yang dapat diangkut lebih kecil dari pada pesawat sipil (charteran) apabila menggunakan pesawat pemerintah.
"Selain itu pandangan pihak Tiongkok khawatir bahwa operasi yang bertanggung jawab atas pasukan bela diri Jepang (SDF) kalau pun dilakukan, akan memengaruhi kebijakan mereka," tambahnya.
Oleh karena itu pihak Jepang masih sangat hati-hati dalam memutuskan penggunaan pesawat pemerintah dalam mengevakuasi warganya dari China.
Baca: Rizky Febian Ungkap Autopsi Lina Dilakukan agar Dapat Memindahkan Makam sang Mama
Baca: BREAKING NEWS: Pria Jepang Meninggal di Rumah Sakit China Akibat Virus Corona
Pemerintah memiliki dua pesawat khusus untuk kunjungan Perdana Menteri Jepang ke negara-negara asing dan tempat-tempat lain.
"Pesawat itu juga akan digunakan dalam pengangkutan warga negara Jepang ke luar negeri dalam situasi darurat dan kegiatan bantuan darurat internasional," kata dia.
Selain itu pemerintah Jepang mempertimbangkan untuk menggunakan pesawat tujuan khusus ketika mengirim pesawat pribadi untuk mengevakuasi warga negara Jepang.
Pejabat Kementerian Pertahanan Jepang tertarik untuk mempromosikan kerja sama kedua negara sehingga memungkinkan penggunaan pesawat SDF.
Namun, jumlah orang yang dapat naik adalah sekitar 100 pesawat khusus SDF, dan lebih dari 200 penumpang untuk pesawat pribadi (charteran).
"Tampaknya pemerintah China menganggap pesawat tujuan khusus sebagai pesawat militer dan mereka tidak menyukainya," ujar dia.
Baca: UPDATE KBRI Tokyo: 78 WNI Kru Kapal Pesiar yang Dikarantina di Jepang Dalam Kondisi Sehat
Baca: Dampak Wabah Corona, PM Jepang akan Bantu Industri Pariwisata dan UKM dengan Anggaran Khusus
Sebanyak 763 orang telah kembali ke Jepang dengan penerbangan charter pribadi gelombang pertama hingga keempat, dan hanya beberapa yang tersisa di Provinsi Hubei.
Ada rencana dalam pemerintah Jepang untuk bernegosiasi dengan pihak China untuk memindahkan sisa warga yang ada ke daerah lain di mana penerbangan reguler terus beroperasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pesawat-ana-jepang-siap-evakuasi-warganya-dari-china_1.jpg)