Virus Corona

Dampak Wabah Corona, PM Jepang akan Bantu Industri Pariwisata dan UKM dengan Anggaran Khusus

Langkah-langkah penggalangan dana mendesak akan dilaksanakan oleh Japan Finance Corporation untuk UKM, termasuk industri pariwisata.

Dampak Wabah Corona, PM Jepang akan Bantu Industri Pariwisata dan UKM dengan Anggaran Khusus
NHK
PM Jepang Shinzo Abe, Jumat (31/1/2020) saat mengumumkan larangan paspor China masuk Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Bisnis dan ekonomi Jepang khususnya kalangan industri pariwisata dan UKM Jepang ikut terdampak akibat mewabahnya virus corona.

"Kita akan perhatikan sekali industri pariwisata dan UKM yang terdampak akibat wabah corona dengan anggaran khusus akan kita umumkan minggu depan," ungkap Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat bertemu delegasi pimpinan partai liberal (LDP) yang dipimpin Fumio Kishida, mantan Menlu Jepang melaporkan dampak ekonomi akibat wabah corona, Jumat (7/2/2020).

Banyaknya pembatalan fasilitas akomodasi oleh wisatawan China kemungkinan akan mempengaruhi ekonomi lokal satu demi satu.

Langkah-langkah penggalangan dana mendesak akan dilaksanakan oleh Japan Finance Corporation untuk UKM, termasuk industri pariwisata.

"Pemerintah Jepang berencana untuk menggunakan kontinjensi anggaran tahun ini sebagai sumber pendanaan untuk langkah-langkah tersebut dan ingin segera mengimplementasikannya," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (8/2/2020).

Wakil Perdana Menteri Taro Aso yang juga Menteri Keuangan dalam konferensi pers setelah rapat kabinet Jumat (7/2/2020) juga menekankan hal tersebut.

Baca: Huang Xiqiu, Arsitek Hebat RS Virus Corona di Wuhan, Lahir di Jember, Terkenal Cerdas Sejak Dulu

Baca: Terkait Virus Corona, Xi Jinping Telepon Raja Salman: Jamin Keselamatan Warga Arab Saudi di China

"Lembaga keuangan akan didorong untuk memberikan dukungan keuangan yang tepat sehingga penyebaran virus corona tidak menyebabkan masalah serius dalam pendanaan untuk usaha kecil dan menengah," kata Taro Aso.

Pemerintah juga meminta Japan Finance Corporation dan Okinawa Development Finance Corporation untuk menggunakan "pinjaman jaring pengaman," yang memungkinkan UKM untuk meminjam dana dengan suku bunga rendah.

Pada konferensi pers setelah rapat kabinet, Menteri Aso menyatakan bahwa ia ingin mendorong dan mendukung bisnis yang tepat seperti konsultasi bisnis yang cermat dan dukungan keuangan sesuai dengan situasi aktual perusahaan.

"Perdana Menteri telah menginstruksikan untuk segera merumuskan tindakan tanggapan dan mengimplementasikannya segera, dan saat ini sedang mempertimbangkan itu dalam kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait," lanjut Aso.

Baca: Kondisi WNI Pengidap Corona di Singapura Kian Stabil Meski Masih Dirawat di General Hospital

Baca: Heboh Gerebek PSK Ala Andre Rosiade Tuai Kecaman, MKD DPR Bilang Belum Pernah ada Kasus Seperti Itu

Oleh karena itu Aso berjanji akan segera mengkonsolidasikan tindakan pencegahan dengan maksud untuk memanfaatkan kontinjensi anggaran yang ada.

Mengenai langkah-langkah tanggap darurat, pemerintah akan meningkatkan jumlah lembaga yang dapat menerima pengujian virus untuk memperkuat langkah-langkah di perbatasan, meningkatkan pengujian dan sistem perawatan medis, mempromosikan pengembangan alat tes sederhana, dan mengembangkan vaksin dan bekerja sama dengan komunitas internasional.

Kapal pesiar Diamond Princess ingin berlabuh di dermaga Yokohama kemarin (6/2/2020) pagi sekitar jam 08:15 waktu Jepang.
Kapal pesiar Diamond Princess ingin berlabuh di dermaga Yokohama kemarin (6/2/2020) pagi sekitar jam 08:15 waktu Jepang. (Richard Susilo)

"Kami akan memasukkan penelitian dan pengembangan obat-obatan terapeutik," ungkap Menteri Kesehatan Katsunobu Kato, Jumat (7/2/2020).

Info lengkap dan diskusi Jepang bisa bergabung ke WAG Pecinta Jepang kirimkan email nama lengkap dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved