Wisata Jepang

Raksasa Tsurara di Saitama Jepang Menanti Kedatangan Para Turis

Di lembah Ogano-cho Perfektur Saitama, "es" besar yang terbuat alami dengan taburan banyak air di permukaan gunung membuat runcingan es atau Tsurara.

Raksasa Tsurara di Saitama Jepang Menanti Kedatangan Para Turis
NHK
Raksasa Tsurara di Saitama sangat direkomendasikan bagi turis. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kini saatnya turis asing berjalan-jalan ke Jepang karena warga tetangga Jepang "menghilang" sehingga semua lokasi wisata nyaman untuk dikunjungi.

Salah satunya di Ogano-cho Saitama yang berpenduduk tidak lebih dari 12.000 orang.

Di lembah Ogano-cho Perfektur Saitama, "es" besar yang terbuat alami dengan taburan banyak air di permukaan gunung membuat runcingan es yang biasa disebut Tsurara.

Ketika suhu di bawah titik beku dan air seperti hujan atau salju jatuh dari tepi fitur, air mulai membeku dari tepi fitur, dan air secara bertahap jatuh ke bawah di sepanjang permukaan beku, menyebabkan es secara bertahap memanjang ke bawah.

Baca: Ibu Muda Tewas Ditusuk di Depan Dua Anak Balitanya di Surabaya, Berikut Fakta-faktanya

Baca: Di Hari Pers, Cek Endra Berharap Pers Jadi Pendorong dan Pengarah Pembangunan Daerah

Dan itu menjadi es yang meruncing, panjangnya bisa beberapa meter. Itulah Tsurara.

Pada saat penduduk setempat bekerja menciptakan "es" besar di Ogano-cho, dekat perbatasan dengan Perfektur Gunma, dengan menaburkan banyak air setiap musim dingin.

Raksasa Tsurara di Saitama sangat direkomendasikan bagi turis.
Raksasa Tsurara di Saitama sangat direkomendasikan bagi turis. (NHK)

Musim dingin di Jepang datang terlambat sekitar 50 hari dibandingkan tahun lalu.

Namun, karena efek dari gelombang dingin tanggal 6 Februari lalu, banyak air akhirnya yang datang dan membeku karena dingin alami, dan "es" menutupi permukaan gunung seperti tirai es.

Baca: Ditanya Atta Halilintar soal Rencana Ikut Pilpres, Ganjar Pranowo: Jangan Dikejar-kejar, Bikin Stres

Baca: Pemerintah Jepang Berupaya Lengkapi Persediaan Obat Penyakit Kronis Bagi Penumpang Diamond Princess

Selain itu, sekitar 300 Bambu Akari yang dibuat oleh siswa sekolah menengah Ogano setempat menerangi area tersebut secara fantastis di lorong menuju Tsurara.

Sehingga para pengunjung dapat semakin menikmati sambil mengambil foto (instagram) dan sebagainya.

Seorang lelaki berusia 20 tahun dari Kota Saitama mengungkapkan, "Saya mendengar bahwa tidak ada lapisan salju di musim dingin yang hangat, tetapi ketika saya datang, saya terkejut karena es terbentuk."

Baca: Berkas Bakal Dilimpahkan, Tim Kuasa Hukum Novel Ungkap Kecurigaan

Baca: MC Resepsi Ceritakan Apa yang Terjadi di Hari H Pernikahan Klien WO Pandamanda: Gedung Masih Kosong

"Saya melihat layanan lilin siswa SMA untuk pertama kalinya, dan itu fantastis sekali dan indah," kata seorang wanita berusia empat puluhan, yang datang dari Tokyo bersama keluarganya.

Kesempatan ke Jepang kali ini juga karena nilai yen melemah dan harga tiket Indonesia-Jepang-Indonesia cukup murah, sambil menikmati Tsurara raksasa yang tidak mudah terbentuk.

Info lengkap dan diskusi Jepang bisa bergabung ke WAG Pecinta Jepang kirimkan email nama lengkap dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved