Lebih dari Sepertiga Kecelakaan Lalu Lintas di Jepang Terjadi Pada Pengendara Sepeda

Kecelakaan sepeda malah meningkat menjadi 13.094 kasus lebih dari sepertiga kecelakaan kendaraan bermotor di Jepang.

Lebih dari Sepertiga Kecelakaan Lalu Lintas di Jepang Terjadi Pada Pengendara Sepeda
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Grafik kecelakaan kendaraan bermotor di Jepang menunjukkan penurunan (atas), tetapi kecelakaan sepeda malah meningkat (bawah) per 31 Desember 2019. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kecelakaan kendaraan bermotor di Jepang diketahui menurun per 31 Desember 2019 yang mencapai 30.267 kasus.

Namun kecelakaan sepeda malah meningkat menjadi 13.094 kasus lebih dari sepertiga kecelakaan kendaraan bermotor di Jepang.

"Grafik memang menampakkan kenaikan kecelakaan sepeda di Jepang ketimbang kendaraan bermotor. Salah satu penyebabnya karena pengendara sepeda banyak yang belum tahu aturan bersepeda di Jepang termasuk orang Jepang sendiri," papar sumber Tribunnews.com, Senin (10/2/2020).

Kenaikan jumlah kecelakaan sepeda terutama dari tahun 2016 hingga kini.

"Jumlah orang bersepeda mulai banyak sejak tahun 2016 di tiga kategori, baik masyarakat biasa, sepeda pengantar makanan atau barang seperti Uber, dan sepeda share yang bisa dipakai bersama di banyak tempat," kata Shigeki Kobayashi (70), Kepala Peneliti Asosiasi Pengguna Sepeda Jepang, Senin (10/2/2020).

Dilarang membunyikan bel sepeda ketika ada orang jalan di depan sepeda.
Dilarang membunyikan bel sepeda ketika ada orang jalan di depan sepeda. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Ada beberapa hal yang membuat pengendara sepeda ugal-ugalan saat bersepeda.

Salah satunya adalah pengguna kendaraan bermotor yang kena macet lalu mencurahkan stresnya kepada pengendara sepeda dianggap mengganggu jalan raya.

Banyaknya sepeda bahkan berjalan berlawanan arah membuat pengendara kendaraan bermotor juga kesal sehingga mencurahkan kekesalan ke pihak pengendara sepeda umum, karena dianggap mobilnya jadi sulit berjalan dengan lancar melihat banyaknya sepeda.

Hasil penelitian yang dilakukan Shigeki Kobayashi juga menunjukkan sopir kendaraan bermotor sebanyak 86 perseb merasa menjadi kesal, uring-uringan kalau melihat sepeda berjalan di dekatnya.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved