Virus Corona

Diduga Bawa Penumpang Terinfeksi Virus Corona, Kapal MS Westerdam Ditolak Berlabuh di 4 Negara

Sebelum ini Kapal ini ditolak masuk ke beberapa pelabuhan, termasuk di Taiwan, Filipina dan Jepang

Diduga Bawa Penumpang Terinfeksi Virus Corona, Kapal MS Westerdam Ditolak Berlabuh di 4 Negara
Hong Yoon-gi/AFP
ILUSTRASI - Seorang pekerja dari dinas kebersihan dan desinfeksi menyemprotkan desinfektan di kereta sebagai bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran virus baru yang berasal dari kota Wuhan di Cina di stasiun kereta api Suseo di Seoul pada 24 Januari 2020. Korea Selatan pada 24 Januari mengkonfirmasi kasus kedua dari virus seperti SARS yang telah menewaskan sedikitnya 26 di Cina, karena kekhawatiran meningkat tentang wabah yang lebih luas. 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau
TRIBUNNEWS.COM, BANGKOK - Pemerintah Thailand tidak memberikan izin Kapal pesiar MS Westerdam untuk berlabuh di pelabuhan Chabang Laem, Provinsi Chonburi.
 
Sebelum ini sudah tiga negara melarang kapal pesiar MS Westerdam berlabuh dan menurunkan penumpang di wilayahnya.
Sebelum ini Kapal ini ditolak masuk ke beberapa pelabuhan, termasuk di Taiwan, Filipina dan Jepang.
 
Hal ini guna mencegah penyebaran virus corona.
 
Pengumuman ini disampaikan pada Selasa (11/2/2020), setelah operator Holand Amerika dari Kapal pesiar Westerdam mengatakan kapal akan memasuki pelabuhan di Thailand Timur pada Kamis (13/2/2020) mendatang.
 
Kapal ini yang meninggalkan Hong Kong pada  1 Februari lalu itu, mengangkut lebih dari 2.000 orang. 
 
Pemerintah Jepang pekan lalu memutuskan untuk menolak masuk kapal Westerdam, karena salah satu penumpangnya diduga terinfeksi virus corona.
 
Dengan ditolak di Jepang, perusahaan pelayaran Holland AS berpaling ke Thailand untuk bisa sandar ke pelabuhan Laem Chabang.
 
Menurut rencana semula, 2.000 penumpang akan bersandar di pelabuhan di Chonburi dan diangkut langsung ke Bandara Internasional Don Muang untuk naik pesawat ke negara asal masing-masing.
 
Kapal Pesiar MS Westerdam terdaftar milik Holland America, yang kantor pusatnya di Seattle, Amerika Serikat (AS). 
 
Kapal ini meninggalkan Singapura pada 16 Januari lalu untuk tur satu bulan di Asia. 
Kemudian kapal itu menjemput 600 penumpang dari Hong Kong pada 1 Februari lalu. 
 
Namun kapal ini ditolak untuk berlabuh di Filipina, Taiwan dan Jepang, takut akan kemungkinan ada orang yang terinfeksi virus corona dalam kapal. 
 
Virus corona Sudang Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di China
 
Jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona terus bertambah di China  hingga mencapai 1.016 orang, per Selasa (11/2/2020).
 
Komisi kesehatan nasional menyebut 108 kematian baru, termasuk 103 di provinsi Hubei.
 
Kematian lainnya terjadi di Provinsi Heilongjiang, Anhui dan Henan, serta di Kota Tianjin dan Beijing.
 
Komisi Kesehatan mengatakan 2.478 kasus baru dikonfirmasi di daratan China pada Senin (10/2/2020). Sehingga total kasus infeksi virus corona sudah mencapai 42.638. 
 
Ini termasuk 2.097 kasus baru yang dilaporkan di provinsi Hubei, di mana wabah muncul pada bulan Desember lalu. (The Star/NHK/Channel News Asia)
 
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved