Pramugari Senior JAL Mabuk Sebelum Bertugas, Penerbangan Hiroshima–Haneda Tertunda 40 Menit
Pramugari senior JAL kedapatan mengandung alkohol sebelum terbang, penerbangan Hiroshima–Tokyo terlambat 40 menit
Ringkasan Berita:
- Japan Airlines (JAL) mendapat sorotan setelah seorang chief purser perempuan kedapatan mengonsumsi alkohol sebelum penerbangan Hiroshima–Tokyo
- Insiden itu menyebabkan penerbangan JAL 252 tertunda lebih dari 40 menit karena pergantian awak kabin
- Pemerintah Jepang kini menyelidiki kasus tersebut di tengah ketatnya aturan alkohol bagi kru penerbangan
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Japan Airlines (JAL) menghadapi sorotan setelah seorang pramugari senior perempuan yang bertugas sebagai chief purser diketahui mengonsumsi alkohol berlebihan sebelum penerbangan.
Akibat insiden tersebut, penerbangan domestik Hiroshima menuju Tokyo mengalami keterlambatan lebih dari 40 menit.
Menurut sumber Tribunnews.com, pada Rabu (27/5/2026), insiden terjadi pada 23 Mei 2026 terhadap penerbangan JAL 252 rute Hiroshima–Haneda.
Pramugari senior yang dijadwalkan bertugas dalam penerbangan tersebut menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan di bandara dan hasilnya menunjukkan adanya kandungan alkohol.
Pihak JAL kemudian mengganti awak kabin tersebut dengan pramugari lain sehingga proses keberangkatan pesawat tertunda lebih dari 40 menit dari jadwal semula.
Baca juga: Pengacara Ternama Jepang Bicara Masalah Besar Hakim Agung Saat Penyidangan Federasi Pekerja JAL
Investigasi internal menunjukkan bahwa sehari sebelumnya pramugari tersebut mengonsumsi alkohol secara berlebihan di hotel tempatnya menginap, melanggar peraturan operasional perusahaan.
Selain itu, yang bersangkutan juga diketahui tidak melakukan pemeriksaan alkohol mandiri sebelum masuk kerja sebagaimana diwajibkan dalam prosedur operasional maskapai.
Dalam kejadian yang sama, seorang awak kabin lainnya juga membatalkan tugas setelah melaporkan kondisi kesehatan yang buruk sebelum penerbangan.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut berdasarkan laporan dari JAL dan berbagai data terkait untuk mengetahui secara detail situasi yang terjadi saat itu.
Kasus ini kembali memunculkan perhatian publik Jepang terhadap disiplin ketat industri penerbangan terkait konsumsi alkohol awak pesawat sebelum bertugas.
Jepang sebelumnya beberapa kali mengalami kasus serupa yang berujung pada sanksi berat terhadap maskapai maupun kru penerbangan.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jal1222.jpg)