Wantimpres Bertemu dengan Badan Otoritas Pariwisata Maori

Beberapa yang dikunjungi antara lain tempat penyembelihan hewan halal Taylor Preston, Food and Grocery Council (FGC) dan Wellington on a Plate (WOAP).

ISTIMEWA
Delegasi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) melakukan kunjungan ke Selandia Baru, Rabu (2/2/2020) waktu setempat. Dalam kunjungannya, sempat mengunjungi beberapa tempat. Antara lain tempat penyembelihan hewan halal Taylor Preston, Food and Grocery Council (FGC) dan Wellington on a Plate (WOAP). 

TRIBUNNEWS.COM, WELLINGTON-19 Delegasi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) melakukan kunjungan ke Selandia Baru, Rabu (2/2/2020) waktu setempat. Melakukan sejumlah pertemuan dengan beberapa pelaku industri termasuk UMKM di negeri Kiwi ini.

Beberapa yang dikunjungi antara lain tempat penyembelihan hewan halal Taylor Preston, Food and Grocery Council (FGC) dan Wellington on a Plate (WOAP).

Delegasi juga melakukan pertemuan dengan NZ Maori Tourism, Trade Aid, Business and Economic Research serta meninjau perkebunan buah organic terbesar di Selandia Baru, John Bostock, tempat banyak Pekerja Migran Indonesia bekerja sebagai pemetik buah musiman dan melihat budaya Maori.

Baca: Mantan Manajer Sumringah Lucinta Luna Tersandung Kasus Dugaan Narkoba, Mami Isa: Ikut Happy Aja

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Sidarto Danusubroto, didampingi Puteri Kuswisnuwardani. Pertemuan dengan NZ Maori Tourism dan NZ Tourism Autearoa dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wellington.

Baca: KPK Isyaratkan Jerat Tersangka Baru dalam Kasus Suap PAW Caleg PDIP

Pertemuan dengan perwakilan dari sektor pariwisata Selandia Baru diwakili oleh NZ Maori Tourism dan Victoria University of Wellington yang mewakili NZ Tourism Autearoa. Chief Advisor NZ Maori Tourism, Hoki-mai Chong, Director Regions NZ Maori Tourism, John Doorbar dan Aprof of Tourism Management.

Dr Christian Schott, dari Universitas Victoria Wellington memaparkan dalam pertemuan itu tentang pariwisata Selandia Baru. Dari berbagai aspek seperti pemasaran, lingkungan, masyarakat adat, promosi dan hal lainnya.

Duta Besar RI Tantowi Yahya dalam pernyataannya menyampaikan, Selandia Baru merupakan salah satu negara yang memiliki sektor pariwisata yang maju.

Bahkan pariwisata menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara. Meski demikian alam dan budanya tetap terjaga. Di sisi inilah, lanjut Tantowi suku Maori sebagai penduduk asli yang sangat menghormati alam dan tradisi banyak berperan.

Hoki-mai Chong dan John Doorbar menjelaskan meski dibiayai oleh pemerintah, NZ Maori Tourism adalah organisasi independen dan dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah.

Baca: Berangkat Sekolah Naik Truk, Puluhan Anak Sekolah Masuk Jurang, Ada yang Luka Hingga Patah Tulang

Pariwisata bagi Pemerintah Selandia Baru meski menjadi salah satu motor utama ekonomi, tetap tidak boleh merusak lingkungan. Kemajuan industri pariwisata harus selaras dengan kebersihan dan keseimbangan alam.

Dr Christian Schott mewakili NZ Tourism Autearo dalam pertemuan itu memaparkan, saat ini jumlah turis yang datang ke Selandia Baru hampir mencapai 4 juta jiwa. Jumlah tersebut mempengaruhi GDP Selandia Baru.

Untuk mendapatkan turis sejumlah itu, Pemerintah Selandia Baru mengalokasikan dana sebesar NZD 300 juta setiap tahunya untuk promosi pariwisatanya.

Baca: Pemerintah Kaji Subsidi untuk Hotel dan Penerbangan di Wilayah yang Pariwisatanya Anjlok

Menurutnya lagi, saat ini strategi pemerintah untuk memajukan sektor pariwisata adalah bukan hanya menambah jumlah turis akan tetapi juga memperpanjang masa berkunjungnya.

Disini lah kreativitas dan inovasi dibutuhkan. Saat ini pasar wisata terbesar Selandia Baru adalah Australia diikuti Tiongkok dan Eropa.

Berita Populer
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved