Virus Corona
Kematian Akibat Virus Corona Tembus 1.300 Jiwa, Begini Pemakaman Jenazah Dilakukan di China
"Tidak ada upacara perpisahan atau kegiatan lainnya yang melibatkan jenazah," tulis pengumuman dari NCH itu
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
Pada hari itu juga, dia pergi ke departemen darurat di National University Hospital (NUH) dan telah dipulangkan.
Namun dua hari kemudian, dia kembali dirawat di NUH.
Kasus ke-50
Baca: Bukan Corona Atau Ebola, Muncul Wabah Penyakit Misterius di Nigeria, Korban Tewas Kurang dari 48 Jam
Pria berusia 62 tahun, karyawan DBS dikonfirmasi positif virus corona pada Rabu (12/2/2020) pagi.
Pada hari yang sama, DBS menyatakan salah satu karyawannya terinfeksi dan membuat bank melakukan langkah pencegahan.
Di mana karyawan di Marina Bay Financial Centre diperbolehkan bekerja dari rumah.
Penjelasan Kemenkes soal WM China positif virus corona usai dari Bali
Hingga saat ini wabah virus corona yang disebut berasal dari Wuhan China, masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat dunia.
Di negara Indonesia sendiri Pemerintah telah mengatur segala bentuk pencegahan virus agar tak menginfeksi masyarakat.
Dan hingga kini belum ada satupun orang Indonesia yang disebut terinfeksi virus corona.
Namun diberitakan baru-baru ini seorang warga negara China dikabarkan telah dinyatakan positif mengidap virus corona Wuhan atau Covid-19 juga disebut telah mengunjungi Bali akhir bulan lalu.
Dilansir dari Kompas.com, informasi itu disebut berasal dari otoritas provinsi Anhui, China dan dimuat dalam unggahan resmi administrasi Anhui di Weibo pada Kamis (6/2/2020).
Unggahan tersebut menuturkan bahwa Pusat Pengendalian Penyakit Huainan melaporkan mengenai seorang pasien bernama Jin yang ditemukan telah terinfeksi virus corona pada hari Rabu (5/2/2020).
Jin disebut telah terbang menggunakan Lion Air JT2618 dari Wuhan ke Bali pada 22 Januari 2020, berlibur selama hampir seminggu di Bali, dan kembali ke Shanghai pada 28 Januari 2020.
Terkait kabar ini, Kompas.com menghubungi Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Anung Sugihantono.