Ucapkan 'Pertanyaan Tidak Ada Artinya', PM Jepang Kemungkinan Minta Maaf kepada Oposisi 17 Februari

Ucapan PM Shinzo Abe langsung ditanggapi serius oleh seisi ruang sidang parlemen, mereka mengajukan komplain oposisi kepada Ketua Sidang.

Ucapkan 'Pertanyaan Tidak Ada Artinya', PM Jepang Kemungkinan Minta Maaf kepada Oposisi 17 Februari
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kursi kosong oposisi Jepang boikot atas komentar PM Jepang Shinzo Abe "Tidak Ada Artinya", Rabu (12/2/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdebatan panas terjadi pada anggota parlemen, Rabu (12/2/2020) kemarin setelah Kiyomi Tsujimoto dari partai oposisi Demokrat Konstitusional mengakhiri pertanyaan dengan komentar yang dianggap kurang sopan kepada Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Komentar tersebut kemudian ditanggapi langsung Shinzo Abe dengan kalimat, "Pertanyaan tidak ada artinya". Akibatnya suasana di ruang sidang menjadi heboh.

"Tadi saya sudah rundingan dengan wakil partai liberal (LDP) untuk parlemen, Moriyama, dan kemungkinan Senin depan tanggal 17 Februari PM Jepang akan minta maaf di sidang perlemen akan ucapannya tersebut," kata Jun Azumi, pimpinan partai oposisi Demokrat Konstitusional kepada pers, Kamis (13/2/2020).

Saat pembahasan anggaran Jepang, Rabu (12/2/2020) Tsujimoto mengakhiri dengan kata-kata yang kurang sopan kepada PM Jepang Shinzo Abe.

Baca: Dukungan Sederet Artis untuk Lucinta Luna, Aurel : Jangan Bahagia di Atas Penderitaan Orang Lain

Baca: VIRAL Siswi SMP Dibully Temannya, Pelaku Kini Ditetapkan jadi Tersangka, Dijerat Pasal Pengeroyokan

"Thailand membusuk dari kepala. Jika warga senior seperti masyarakat, negara, dan perusahaan membusuk, sisanya akan membusuk. Anda harus mengubah kepala Anda," kata Tsujimoto.

PM Shinzo Abe langsung mengomentari, "Pertanyaannya tak ada artinya."

Ucapan PM Shinzo Abe tentu saja langsung ditanggapi serius oleh seisi ruang sidang parlemen, mereka mengajukan komplain oposisi kepada Ketua Sidang.

PM Shinzo Abe pun sempat mengungkapkan di sidang parlemen agar tak usah sebut-sebut soal kepala yang tak ada kaitannya dengan pembicaraan di parlemen.

PM Jepang Shinzo Abe, Jumat (31/1/2020) saat mengumumkan larangan paspor China masuk Jepang.
PM Jepang Shinzo Abe, Jumat (31/1/2020) saat mengumumkan larangan paspor China masuk Jepang. (NHK)

Sidang parlemen hari ini terpaksa dihadiri tanpa oposisi.

Terlihat kursi oposisi kosong sebagai boikot mereka atas komentar PM Abe "Pertanyaannya tidak ada artinya" tersebut.

Info lengkap dan diskusi Jepang bisa bergabung ke WAG Pecinta Jepang kirimkan email nama lengkap dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved