Wisata Jepang

Hati-hati Saat Hanami dan Larangan Potong Cabang Bunga Sakura di Jepang

Bunga Sakura mekar biasanya hanya sekitar 2 minggu saja, setelah itu menuju ke arah utara berhenti di Hokkaido.

Hati-hati Saat Hanami dan Larangan Potong Cabang Bunga Sakura di Jepang
Richard Susilo
Para warga Jepang, keluarga dan teman ber Hanami di bawah pohon Sakura. 

Laporan Koresponden ‪Tribunnews.com‬, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mulai 15 Maret 2020 bunga Sakura mulai mekar di Tokyo dan Fukuoka khususnya. Namun ternyata ada yang harus diperhatikan dengan lebih waspada terkait mekarnya bunga Sakura ini.

"Hati-hati sekali kalau kita ber-hanami di bawah pohon Sakura yang indah itu," ungkap pengacara Akira Kono.

Hanami atau ohanami adalah tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga Sakura.

Mekarnya bunga Sakura merupakan lambang kebahagiaan telah tibanya musim semi.

Selain itu, hanami juga berarti piknik dengan menggelar tikar atau blue sheet untuk pesta makan-makan di bawah pohon sakura.

Pohon sakura mekar di Jepang dari pertengahan/akhir Maret hingga awal April (kecuali di Okinawa dan Hokkaido).

Bunga Sakura mulai mekar, Kamis (21/3/2019) di Tokyo.
Bunga Sakura mulai mekar, Kamis (21/3/2019) di Tokyo. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Prakiraan pergerakan mekarnya bunga Sakura disebut garis depan bunga Sakura (sakurazensen).

Prakiraan ini dikeluarkan oleh direktorat meteorologi dan berbagai badan yang berurusan dengan cuaca.

Saat melakukan hanami adalah ketika semua pohon sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved