Trump Marah Dapat Informasi Inteljen Soal Rusia Bakal Ikut Campur Pilpres AS, Ini yang Dilakukan

Presiden AS Donald Trump marah dengan adanya campur tangan dalam Pilpres November mendatang.

Trump Marah Dapat Informasi Inteljen Soal Rusia Bakal Ikut Campur Pilpres AS, Ini yang Dilakukan
Erin Schaff/The New York Times
Donald Trump. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump marah dengan adanya campur tangan dalam Pilpres November mendatang.

Sebelumnya, agen intelijen AS memperingatkan adanya campur tangan Rusia yang ingin membantu presiden Donald Trump memenangkan pencalonannya dalam Pilpres November mendatang.

Peringatan tersebut diungkapkan oleh pejabat AS seperti dilansir BBC, datang dalam rapat singkat tertutup dengan Komite Intelijen pada 13 Februari silam.

Dilaporkan dari The New York Times, bahwa Presiden Trump sangat marah saat rapat tertutup kepada Adam Schiff, anggota partai Demokrat yang memimpin proses pemakzulan melawan Trump.

Trump kemudian mengganti posisi kepala intelijen Joseph Maguire pada Kamis(20/02/2020) kemarin.

Sebenarnya, Maguire adalah sosok yang difavoritkan dalam mengisi posisi Direktur Intelijen Nasional.

Namun entah mengapa, Trump pada akhirnya mengubah posisi itu saat rapat singkat.

Trump mengatakannya sebagai, "Ketidaksetiaan."

Pada pekan ini, Trump kemudian mengumumkan penggantian Maguire dengan Richard Grenell, seorang duta AS untuk Jerman.

Salah satu staf setia kepercayaan Trump. Dua pejabat administrasi Trump mengabarkan bahwa pergantian itu merupakaan kesengajaan saat rapat singkat.

Partai Demoktrat mengkritik presiden Trump karena mengganti Joseph Maguire dengan Richard Grenell, yang sebelumnya telah mengecilkan tingkat campur tangan Rusia dalam pemilu terakhir dan telah merayakan kebangkitan politisi sayap kanan di Eropa.

Ned Price, mantan ajudan presiden Barack Obama mengatakan bahwa presiden telah "menjatuhkan sandiwara bahwa dia memiliki fungsi untuk intelijen."

Pejabat Intelijen AS juga pernah melaporkan bahwa Rusia telah ikut campur tangan pada pilpres AS tahun 2016 untuk meningkatkan kampanye pemilihan Donald Trump sehingga menyebabkan proses pemilihan presiden AS berlangsung keos.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusia Dikabarkan Bakal Ikut Campur Pilpres AS, Trump Marah Besar"

Editor: Sugiyarto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved