Jumat, 1 Mei 2026

Dihantui Upaya Pembunuhan Trump Justru Enggan Gunakan Rompi Anti Peluru, Ada Apa?

Trump jadi sorotan usai tolak rompi anti peluru meski ancaman meningkat. Klaim 3 upaya pembunuhan picu evaluasi besar keamanan Gedung Putih.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Presiden Trump enggan memakai rompi anti peluru meski ancaman keselamatan meningkat, bahkan menyebut bobotnya terlalu berat dan memberi dampak pada aktivitas sehari-hari.
  • Insiden penembakan di acara WHCA membuat seorang agen United States Secret Service terluka, namun selamat berkat rompi anti peluru yang efektif menahan peluru.
  • Pemerintah AS menyebut sudah terjadi tiga upaya pembunuhan terhadap Trump, memicu rapat darurat keamanan oleh Gedung Putih untuk evaluasi sistem perlindungan presiden

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi perhatian setelah menyatakan keengganannya mengenakan rompi anti peluru, meskipun ancaman terhadap keselamatannya terus meningkat.

Pernyataan ini disampaikan Trump saat ia menjawab pertanyaan wartawan, soal keamanan Presiden, menyusul insiden penembakan terbaru yang melibatkan agen keamanan negara.

Dalam sesi tanya jawab bersama awak media di Ruang Oval, Trump secara santai mengaku tidak terlalu tertarik mengenakan rompi anti peluru. Ia bahkan melontarkan candaan yang memicu tawa para jurnalis.

“Saya tidak tahu apakah saya bisa menanggung tambahan berat sekitar 20 pon,” ujar Trump, merujuk pada bobot rompi tersebut.

Pernyataan Trump ini tidak muncul tanpa konteks. Sebelumnya, terjadi insiden penembakan pada Sabtu malam saat acara White House Correspondents' Dinner (WHCA). 

Dalam kejadian tersebut, seorang agen United States Secret Service yang tengah bertugas dilaporkan tertembak saat menghadiri acara makan malam.

Meski terdengar serius, agen tersebut beruntung tidak mengalami luka berat. Hal ini dikarenakan rompi anti peluru yang dikenakannya mampu menahan tembakan dari jarak dekat.

Trump pun menanggapi kejadian itu dengan nada serius, meski tetap diselingi gaya bicaranya yang khas.

“Rompi itu bekerja luar biasa. Peluru berhasil ditahan. Tapi dampaknya seperti dipukul oleh Mike Tyson,” katanya, merujuk pada Mike Tyson sebagai analogi kekuatan benturan peluru.

Tiga Upaya Pembunuhan Ancam Nyawa Trump

Berdasarkan keterangan dari sejumlah pejabat Gedung Putih, insiden penembakan terbaru yang melibatkan aparat keamanan disebut sebagai upaya pembunuhan ketiga yang menargetkan Donald Trump dalam beberapa waktu terakhir.

Klaim ini menambah panjang daftar ancaman serius yang dikaitkan dengan keselamatan Presiden AS tersebut.

Baca juga: Update Investigasi Penembakan Trump: Pelaku Belum Didakwa Lakukan Serangan Meski Terbukti Menembak

Meski detail lengkap dari seluruh insiden belum dipublikasikan secara terbuka, pejabat internal menyebut bahwa pola ancaman terhadap Trump menunjukkan peningkatan yang signifikan, baik dari sisi intensitas maupun frekuensi.

Situasi ini membuat pemerintah meningkatkan kewaspadaan dan memperketat prosedur pengamanan di lapangan.

Menanggapi perkembangan tersebut, Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles, dilaporkan segera menggelar rapat darurat bersama unsur keamanan utama negara, termasuk Secret Service serta Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Rapat ini difokuskan untuk mengevaluasi ulang seluruh sistem perlindungan Presiden, mulai dari pengamanan personal hingga protokol pencegahan ancaman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved