Kesepakatan Damai Diragukan Setelah Taliban Menyerang Pangkalan Militer Afghanistan
Kesepakatan damai antara Afghanistan dan Taliban diragukan, karena Taliban melakukan lebih dari satu lusin serangan ke pangkalan militer Afghanistan.
TRIBUNNEWS.COM - Kesepakatan damai antara Afghanistan dan Taliban diragukan.
Dilaporkan, Taliban melakukan lebih dari satu lusin serangan ke pangkalan militer Afghanistan.
Mengutip Channel News Asia, pejabat berwenang mengatakan, serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah mereka mengakhiri gencatan senjata.
Lebih jauh, pembicaaran soal kesepakatan damai diragukan.
Diberitakan sebelumnya, negosiasi intra-Afghanistan dijadwalkan berlangsung 10 Maret 2020 mendatang.
Hal tersebut berdasarkan kesepakatan Amerika Serikat-Taliban yang ditandatangani di Doha pada Sabtu (29/2/2020) kemarin.
Tetapi, perselisihan tentang pertukaran tahanan menimbulkan pertanyaan apakah mereka akan melanjutakan kesepaktan damai tersebut.
Untuk diketahui, perjanjian damai itu mencakup komitmen Taliban untuk membebaskan 1.000 tahanan.
Dan bagi pemerintah Afghanistan membebaskan sekira 5.000 tawanan pemberontak.
Dua hal itu disebut para militan sebagai prasyarat utnuk melanjutkan perundingan.
Tetapi, diketahui Presiden Ashraf Ghani menolak untuk memenuhi prasyarat tersebut sebelum negosiasi dimulai.
Masalah menjadi lebih rumit setelah Taliban memutuskan mengakhiri gencatan senjata pada Senin (2/3/2020).
Lebih jauh, pemerintah menyatakan, dua tentara tewas dalam serangan yang terjadi di provinsi Kandahar selatan.
Juru Bicara Gubernur provinsi Didar Lawang menyampaikan informasi kepada AFP.
Serangan yang terjadi di provinsi Logar dekat Kabul, menewaskan lima pasukan keamanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kelompok-taliban-mengkaku-sebagai-dalang-penyerangan-intercontinental-hotel_20180121_193409.jpg)