Sabtu, 30 Mei 2026

Virus Corona

Peluang Kematian akibat Virus Corona Terungkap, NHS: 9 dari 1.000 Kasus, Setara 1 Persen

Berdasar data yang dibagikan thewuhanvirus.com, sudah ada 77 negara terkena dampak wabah Covid-19.

Tayang:
Editor: Ifa Nabila
AFP/STR
Seorang paramedis laboratorium menguji sampel virus di Laboratorium Hengyang, Provinsi Henan pusat Kota Cina. Rabu (19/02/2020). Data terakhir tercatat korban tewas akibat epidemi virus coronavirus COVID-19 melonjak menjadi 2.112 dan pada Kamis (20/02/2020) ada 108 orang lagi meninggal di Provinsi Hubei, Kota pusat penyebaran yang paling parah dari wabah Corona tersebut. (STR/AFP)/China OUT 

TRIBUNNEWS.COM - Virus corona telah menewaskan lebih dari 3.100 jiwa.

Berdasar data yang dibagikan thewuhanvirus.com, sudah ada 77 negara terkena dampak wabah Covid-19.

Pada Selasa (3/3/2020), tercatat 92.152 kasus infeksi dikonfirmasi di seluruh dunia.

Lebih jauh, para peneliti saat ini memperkirakan, di antara 1.000 kasus, 5 hingga 40 kasus virus corona akan mengakibatkan kematian.

Melansir bbc.com, diperkirakan perbandingan tingkat kematian tercatat 9 dari 1.000 kasus atau sekira 1 persen.

Baca: RSUD Haulussy Ambon Sediakan Ruang Isolasi untuk Pasien Virus Corona, Ini Fasilitasnya

Baca: Ekonom INDEF Sebut Wacana Bonus Miliaran Rupiah bagi Influencer Tak Bisa Atasi Corona, Ini Alasannya

Sementara itu, Sekretaris Kesehatan Matt Hancock dari National Health Service (NHS) pada Minggu (1/3/2020) angkat bicara.

Berdasar hasil penilaian, kematian akibat wabah virus corona tercatat 2 persen.

"Dua persen, atau kemungkinan lebih rendah," terang Matt Hancock.

Tetapi penilaian tersebut tergantung pada sejumlah faktor.

Di antaranya yakni usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, dan sistem kesehatan yang dimiliki.

Seberapa Sulit Menghitung Angka Kematian?

Menghitung kasus virus corona itu rumit.

Diketahui, saat mengalami gejala menyerupai flu ringan, orang cenderung tidak mengunjungi dokter.

Hal itulah yang menyebabkan sebagian besar kasus virus corona tidak tercatat.

Perbedaan tingkat kematian yang diamati NHS diseluruh dunia tidak mungkin disebabkan oleh virus yang berbeda.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved