Virus Corona
Indonesia Perlu Belajar dari Vietnam, Seluruh Pasien Virus Corona Dinyatakan Sembuh
Otoritas kesehatan Vietnam mengumumkan kabar baik pada pekan lalu, di mana 16 orang atau seluruh pasien virus corona sembuh
TRIBUNNEWS.COM, HANOI -- Indonesia perlu belajar penanganan virus corona dari Vietnam.
Otoritas kesehatan Vietnam mengumumkan kabar baik pada pekan lalu, di mana 16 orang atau seluruh pasien virus corona sembuh, termasuk pasien tertua berusia 73 tahun telah dipulangkan dari rumah sakit.
Seperti dilansir dari Aljazeera, Rabu (4/3/2020), bahkan sejak 13 Februari tidak ada laporan mengenai pasien baru.
"Jika pertempuran covid-19 adalah perang maka kami telah memenangkan pertempuran putaran pertama. Namun kami tetap waspada dengan situasi yang tidak terduga," ujar Wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam dalam konferensi persnya.
Baca: Beredar Kabar Ada Pasien Virus Corona di RSUD Kota Bandung Ujungberung, Dinkes Pastikan itu Hoaks
Pakar organisasi kesehatan dunia atau WHO mengatakan, pemerintah Vietnam sangat merespon cepat dan aktif atas keadaan darurat dan kritis di tahap awal penyebaran di wilayahnya.
Pasien terakhir yang dinyatakan sembuh adalah pria berusia 50 tahun yang sebelumnya tertular dari putrinya yang berusia 23 tahun.
NVV keluar rumah sakit pada (26/2).
*Pemerintah yang Proaktif dan Konsisten*
Perwakilan WHO di Vietnam Dr.Kidong Park mengatakan, keberhasilan penyembuhan semua pasien tak lepas dari pemerintah yang proaktif dan konsisten sejak tahapan awal.
Kasus pertama terjadi pada 23 Januari lalu, saat dua orang warga China yang sedang berlibur Imlek di Kota Ho Chi Minh dinyatakan positif corona.
Baca: Anggota TNI di OKI Tewas Diinjak Gajah Liar yang Lagi Ngamuk
"Pemerintah Vietnam telah mengaktifkan sistem respons saat tahapan awal wabah. Pemerintah mengintensifkan pengawasan, meningkatkan pengujian laboratorium, memastikan pencegahan dan pengendalian infeksi, manajemen kasus yang baik di fasilitas kesehatan, menyampaikan pesan komunikasi ke publik dengan sangat jelas, serta kolaborasi lintas sektor yang erat," ujar Park kepada Al Jazeera.
*Penerapan Prinsip Dasar dan Protokol Kesehatan dengan Ketat*
Wakil Menteri Kesehatan Nguyan Thanh Long saat konferensi pers pada 10 Februari lalu mengatakan, perawatan pada pasien mengandalkan prinsip-prinsip dasar kesehatan dan mengikuti instruksi ketat dari protokol kesehatan.
Pertama, dokter diharuskan mengobati segera gejala seperti demam pada pasien.
Kedua, pasien menjalani diet ketat dan makan-makanan bergizi.
Ketiga, memonitor asupan oksigen di dalam darah pasien.
Selain melalui sisi medis, pemerintah Vietnam juga mencegah penyebaran virus meluas dengan menerapkan aturan liburan sekolah yang panjang di 63 kota, dimulai pada awal Februari lalu hingga 2 Maret.
Wakil Menteri Pendidikan Nguyen Huu Do mengatakan, keselamatan para siswa jauh lebih penting.
Meski libur sekolah, para siswa dipantau oleh guru dan terus diingatkan pola hidup bersih yakni mencuci tangan dan mengukur suhu tubuh.
*Larangan Ekspor Satwa Liar*
Pemerintah Vietnam lebih jauh juga memberlakukan larangan ekspor satwa liar sejak 28 Januari.
Menteri Nguyen Xua Phuc mengatakan, langkah itu sebagai pencegahan penyebaran virus bernama resmi Covid-19.
Satwa liar yang dilarang juga meliputi hewan yang berhubungan dengan penyakit mematikan lain seperti SARS dan MERS.
Pasar hewan, peternakan, dan restoran diawasi ketat untuk meminimalisir perdagangan hewan liar dikomsumsi.
*Pertempuran Melawan Virus Corona Belum Selesai*
Meski berhasil menyelamatkan 16 pasien, Vietnam masih harus meningkatkan kewaspadaan atas penyebaran virus corona, apalagi kini wabah menyebar ke lebih dari 75 negara.
Jumat pekan lalu, Vietnam mengumumkan penghentian visa sementara ke negara Korea Selatan dan mengkarantina pelancong asal Italia dan Iran selama 14 hari.
Baca: Langkah Ruben Onsu Lindungi Keluarga dari Virus Corona: Tak Pergi ke Mall & Hindari Salaman
Pakar WHO mengatakan, keganasan wabah masih akan terus terjadi hari ke hari dan apa yang terjadi di Vietnam masih belum selesai.
"Kami WHO telah berada di titik kritis wabah di banyak negara termasuk Vietnam. Vietnam harus memanfaatkan waktu ini untuk mempersiapkan kemungkinan penularan lebih luas," ungkap Park.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/vietnam-virus-corona.jpg)