BREAKING NEWS: Obor Olimpiade 2020 Telah Diterimakan Pelari Profesional Jepang di Yunani

Panjang obor 71 cm dan berat sekitar 1,2 kg, dan menampilkan motif bunga Sakura yang mewakili Jepang.

BREAKING NEWS: Obor Olimpiade 2020 Telah Diterimakan Pelari Profesional Jepang di Yunani
NHK/ Richard Susilo
Pelari profesional Mizuki Noguchi (kiri) menerima obor Olimpiade 2020 dari pembawa pertama atlit Anna Korakaki 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Obor Olimpiade 2020 Jepang telah diterima oleh pelari profesional Jepang Mizuki Noguchi (41) Kamis ini jam 19:35 waktu Jepang di Yunani.

"Saya tegang bercampur senang saat menerima obor tersebut karena orang Jepang pertama setelah diberikan penerima pertama atlit Anna Korakaki," papar Noguchi kepada pers.

Perjalanan obor Olimpiade akan dijadwalkan dari kamping atlit di Fukushima Japan Village mulai 26 Maret mendatang mengelilingi Jepang dan berakhir di stasiun olahraga nasional Jepang yang baru di Tokyo saat pembukaan 24 Juli 2020 mendatang.

Panjang obor 71 cm dan berat sekitar 1,2 kg, dan menampilkan motif bunga Sakura yang mewakili Jepang.

Bagian atas obor dibagi menjadi lima bagian, dan jika dilihat dari atas, berbentuk seperti kelopak bunga sakura, dan nyala api yang dibagi menjadi lima bagian dibuat untuk berkumpul pada satu di bagian atas.

Panitia menamakan "cherry gold". Bahannya adalah aluminium, dan sekitar 30% darinya menggunakan aluminium yang telah didaurulang dari bahan limbah perumahan sementara di Iwate, Miyagi, dan Fukushima yang dilanda Gempa Besar Jepang Timur, untuk mengarah pada rekonstruksi dan realisasi masyarakat yang berkelanjutan.

Orang yang bertanggung jawab atas desain adalah Tokujin Yoshioka (52), seorang desainer yang aktif dalam bidang-bidang seperti seni kontemporer, dan ia bekerja dalam kolaborasi dengan produsen produk aluminium dan pembakar di Jepang.

Obor Relay Olimpiade Tokyo 2020 akan dimulai dari J Village di perfektur Fukushima pada 26 Maret tahun depan, dan semua 47 prefektur akan dilaluinya memakan waktu 121 hari dengan upacara pembukaan di Stadion Nasional Baru pada 24 Juli 2020.

Sementara itu Gubernur Tokyo dan Menteri Olahraga mengakui, dengan adanya pemberitahuan Pandemik dilakukan oleh badan kesehatan dunia WHO, bukan tidak mungkin ada perubahan pada Olimpiade.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved