Virus Corona

9 WNI ABK Diamond Princess yang Dirawat di Jepang Sudah Sembuh

Pihak Jepang juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI di Tokyo, untuk proses pemulangannya.

TRIBALLEAU CHARLY / AFP
Kapal pesiar Diamond Princess 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil ketua DPR Bidang Industri dan Pembangunan Rachmat Gobel menyatakan, telah menerima kabar resmi dari pihak Jepang maupun pemerintah Indonesia, bahwa seluruh anak buah kapal Diamond Princess yang dirawat di Jepang dinyatakan telah sehat.

Pihak Jepang juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, untuk proses pemulangannya.

“Saya gembira mendengar laporan itu. Sebanyak sembilan orang anak buah kapal Diamond Princess yang positif Covid-19, per 12 Maret 2020, jam 17.00 waktu setempat, telah menerima surat keterangan sehat,” kata Rachmat Gobel dalam keterangannya, Sabtu (14/3).

Baca: Liga 1 2020 Ditunda, Pelatih Persib Isyaratkan akan Gelar Laga Uji Coba di Luar Bandung

Baca: Masih Melayani Masyarakat di Luar Rumah, Anggota Polri yang Bertugas Wajib Jaga Kebersihan

Dengan demikian seluruhnya awak kapal yang dirawat di rumah sakit di Jepang yang dinyatakan positif Covid-19, dinyatakan sembuh. Sebanyak enam orang yang sudah sehat telah pulang ke Tanah Air, dan tiga orang lainnya masih berada di Jepang menunggu proses kepulangan.

Pihak KBRI sampai saat ini terus bekerja keras dan berkoordinasi dengan perusahaan untuk pemulangan ketiga WNI tersebut. Rencananya ketiga WNI itu akan terbang langsung ke Indonesia dari Bandara Internasional Narita ke Jakarta, pada Jumat (13/3), malam.

“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Jepang dan kru medis, serta staf KBRI yang terus bekerja keras, berkoordinasi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh warga kita yang dirawat disana, dari status positif Covid-19 hingga sembuh. Hal ini merupakan bentuk respon positif Pemerintah Jepang atas sikap bersahabat dan tindakan baik Pemerintah Indonesia terhadap seluruh warga Jepang di Indonesia,” kata Rachmat.

Menurut Rachmat, seluruh proses penanganan itu dapat berjalan dengan baik karena adanya hubungan yang baik dan saling pengertian dari kedua negara. Selama puluhan tahun Jepang dan Indonesia merupakan sahabat yang sangat kuat, baik masyarakatnya, pemerintahnya, maupun dunia usaha dan industri.

Hubungan erat itu yang menjadikan Jepang sebagai salah satu investor terbesar bagi Indonesia, terutama investasi di industri manufaktur dan pengembangan sumber daya manusia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari The Jakarta Japan Club (JJC-Asosiasi Pebisnis Jepang di Jakarta) dalam 10 tahun terakhir, nilai investasi Jepang di Indonesia mencapai US$ 31 miliar.

Sementara kontribusi perusahaan Jepang di Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2015 sebesar 6,1 % atau senilai US$ 52,5 miliar, tahun 2018 meningkat menjadi 8,5% atau senilai US$ 85,9 miliar.

Demikian juga kontribusi perusahaan Jepang yang ada di Indonesia terhadap ekspor tahun 2015 mencapai 18,1% dari total nilai ekspor Indonesia ke dunia. Tahun 2018, kontribusinya meningkat menjadi 24,4%.

“Saya melihat persahabatan itu berbuah baik, yang salah satunya diwujudkan dalam saling tolong-menolong dengan totalitas. Ini buah dari hubungan dari hati ke hati yang telah terbina puluhan tahun,” tuturnya.

Berita Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul: Sembilan WNI ABK Diamond Princess yang dirawat di Jepang sudah sembuh

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved