Iran Vs Amerika Memanas
Mengenal Fujairah: Pusat Energi UEA Penopang Minyak Global, Terbakar setelah Diserang Iran
Kebakaran di Fujairah usai serangan drone Iran. UEA cegat rudal, konflik berpotensi ganggu pasokan minyak global.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah kebakaran besar terjadi di kawasan industri perminyakan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), setelah serangan drone yang diduga dilancarkan Iran, Senin (4/5/2026) waktu setempat.
Otoritas setempat menyatakan tim pemadam langsung dikerahkan untuk menangani insiden tersebut.
“Tim Pemadam Kebakaran Fujairah segera merespons insiden tersebut dan terus berupaya mengendalikannya," demikian pernyataan resmi dari kantor media Fujairah.
Di tengah insiden tersebut, Kementerian Pertahanan UEA mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mencegat tiga rudal yang diluncurkan dari Iran di atas wilayah perairannya.
Sementara satu rudal lainnya dilaporkan jatuh ke laut.
Hingga saat ini, pihak Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan drone maupun peluncuran rudal tersebut.
Sebelumnya, otoritas manajemen darurat UEA sempat mengeluarkan peringatan kepada warga untuk tetap berada di tempat aman menyusul ancaman serangan rudal yang berkembang.
Baca juga: BREAKING NEWS Iran Luncurkan 4 Rudal ke UEA: 3 Berhasil Dicegat dan Satu Jatuh ke Laut
Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz.
Amerika Serikat juga dikabarkan tengah menjalankan inisiatif untuk memandu kapal-kapal komersial yang tertahan di jalur tersebut sejak konflik dimulai pada 28 Februari lalu.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan bahwa setiap kapal yang melanggar aturan maritim yang mereka tetapkan akan dihentikan dengan paksa.
Hingga kini, kondisi di Fujairah masih dalam penanganan, sementara situasi keamanan regional terus dipantau seiring eskalasi konflik yang belum mereda.
Mengenal Fujairah
Fujairah kembali menegaskan perannya sebagai simpul vital energi dunia. Pelabuhan yang terletak di Teluk Oman ini menjadi salah satu pusat utama pengisian bahan bakar kapal sekaligus ekspor minyak mentah.
Tahun lalu, Fujairah mengekspor rata-rata 1,7 juta barel per hari, setara 1,7?ri permintaan minyak global.
Posisinya yang hanya berjarak 70 mil laut dari Selat Hormuz membuat Fujairah semakin penting, terutama ketika jalur strategis itu terganggu akibat konflik di Iran.
Pada 2025, pelabuhan ini juga mencatat penjualan 7,4 juta meter kubik bahan bakar laut, menjadikannya hub pengisian terbesar keempat dunia setelah Singapura, Rotterdam, dan Zhoushan.