Virus Corona

PM Jepang: Tidak Benar UU Darurat Tindakan Khusus Dikeluarkan untuk Menekan Kebebasan Pers

PM Abe mengatakan tidak benar adanya penekanan bahwa pers harus tunduk kepada penyesuaian dan instruksi komprehensif dari pemerintan.

PM Jepang: Tidak Benar UU Darurat Tindakan Khusus Dikeluarkan untuk Menekan Kebebasan Pers
NHK
Pertemuan tingkat tinggi G7 di Perancis Agustus 2019 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bersama rekanannya kelompok G-7 menggelar konferensi tingkat tinggi bersama lewat teleconference, Minggu (15/3/2020) sekitar jam 23.00 waktu Jepang.

"Berdasarkan Undang-undang (Darurat) Tindakan Khusus tentang Penanggulangan terhadap Coronavirus Baru, saya ingin mengklarifikasi bahwa tidak benar adanya penekanan bahwa pers harus tunduk kepada penyesuaian dan instruksi komprehensif dari pemerintah," kata PM Shinzo Abe kemarin.

Pertemuan para kepala negara G-7 menggunakan teleconference tadi malam juga didahului dengan pembicaraan antara kepala negara berdua saja, misalnya PM Abe dengan PM Inggris Johnson.

Para pemimpin G7 mengklarifikasi akan membahas kerja sama untuk pencegahan virus corona.

Dalam pernyataan ini, Perdana Menteri Abe menyatakan, "Kita harus bekerja sama dengan negara-negara di dunia. Kami ingin bekerja sama dengan negara-negara lain untuk mengatasi situasi sulit ini sambil memanfaatkan pengetahuan kita."

Perdana Menteri Abe juga mengomentari langkah-langkah ekonomi tambahan.

"Penyakit menular telah mempengaruhi ekonomi Jepang serta ekonomi dunia dengan sangat serius. Saya ingin mengambil kebijakan ekonomi dan fiskal yang diperlukan dan memadai tanpa jeda. Saya ingin bekerja dengan partai yang berkuasa untuk membuat pesan bahwa kita akan siap dengan juga memperhatikan ide-ide konvensional," ungkapnya.

Baca: Penumpang TransJakarta di Halte Pinang Ranti Mengantre di Koridor

Baca: Foto-foto Pernikahan Adinda Bakrie, Sepupu Ardi Bakrie Suami Nia Ramadhani

"Ada kekhawatiran bahwa beberapa orang akan merasa kesulitan untuk membayar utilitas seperti tagihan listrik karena kurangnya pekerjaan, dan sebagainya," kata Shinzo Abe.

Oleh karena itu PM Abe menunjukkan ide untuk menggabungkannya, solusi atas masalah tersebut.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved