Senin, 4 Mei 2026

Virus Corona

Belum Lama Diterapkan Lockdown, Johor Cari Solusi Buka Perbatasan Malaysia - Singapura

Ia berharap pemerintah mempertimbangkan kepentingan warga Malaysia yang bekerja di Singapura

Tayang:
Penulis: Fitri Wulandari
Malay Mail
Lalu lintas di jalan raya Kualalumpur Malaysia tampak lengang pasca diberlakukannya sistem penguncian (lockdown) secara nasional akibat corona. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JOHOR - Pemerintah negara bagian Johor akan meminta dispensasi khusus kepada pemerintah Malaysia untuk membuka kembali perbatasannya dengan Singapura.

Seperti yang disampaikan Menteri Besar Johor, Hasni Mohammad pada hari ini, Rabu (18/3/2020) setelah memimpin rapat dewan eksekutif negara yang digelar di Kota Iskandar.

Baca: 11 Pasien Positif Virus Corona Dinyatakan Sebuh dan Diperbolehkan Pulang

Dikutip dari laman Malay Mail, Rabu, ia berharap pemerintah mempertimbangkan kepentingan warga Malaysia yang bekerja di Singapura.

Padahal negara yang kini dipimpin Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin itu baru saja memberlakukan sistem penguncian (lockdown) secara nasional untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

Hasni mengatakan, kategori yang akan diberikan pengecualian adalah mereka yang memiliki izin kerja yang dikeluarkan oleh Singapura dan Malaysia.

Kemudian siswa yang menempuh studi di Singapura, teknisi, spesialis, mereka yang terlibat dalam kegiatan logistik, pengemudi moda transportasi, orang asing serta warga Singapura yang bermukim di Johor.

Ia pun berjanji untuk melakukan pengetatan pemeriksaan kesehatan di perbatasan.

"Dengan dispensasi, pemerintah negara bagian juga akan menerapkan pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat pada kedua sisi perbatasan," kata Hasni.

Pengetatan ini, menurutnya, juga akan menjadi bagian dari mitigasi bencana virus corona.

"Ini akan menjadi bagian dari rencana mitigasi dalam upaya untuk mengatasi penyakit virus corona," jelas Hasni.

Kendati demikian, ia menegaskan para wisatawan tidak akan memperoleh dispensasi khusus.

Pemerintah negara bagian, kata dia, juga telah membentuk komite untuk membuat rencana mitigasi dalam upaya mengatasi masalah terkait rencana pembukaan kembali pos pemeriksaan perbatasan dengan Singapura.

"Komite itu terdiri dari diri saya sendiri, sebagai Menteri Besar Johor, Sekretaris Negara, Dewan Keamanan Negara, Departemen Kesehatan Negara dan juga Departemen Imigrasi Negara," papar Hasni.

Rekomendasi komite itu kemudian akan dibawa ke komite khusus Malaysia - Singapura untuk dibahas sebelum dikirim ke pemerintah federal agar mendapatkan pertimbangan.

Pada Selasa kemarin, Hasni mengumumkan bahwa PM Muhyiddin Yassin telah menyetujui pembentukan komite yang akan membahas rencana mitigasi untuk pergerakan orang dan barang antara Malaysia dan Singapura.

Komite tersebut akan diketuai bersama oleh Hasni, Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaacob serta seorang wakil dari Kabinet Singapura.

Sementara itu pada Senin malam, Muhyiddin telah mengumumkan sistem penguncian (lockdown) yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ia memerintahkan untuk menutup semua layanan dan kegiatan yang tidak penting di seluruh Malaysia dalam upaya mengatasi situasi virus corona yang kian memburuk di negara itu.

Pengganti Mahathir Mohamad ini kemudian menekankan bahwa pemerintah akan memberlakukan sistem lockdown mulai 18 hingga 31 Maret sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus corona.

Baca: Bupati Gowa Minta Acara Ijtima Asia 2020 Dilaksanakan Hanya 1 Hari

Sistem ini melarang warga Malaysia agar tidak bepergian ke luar negeri.

Karena dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Malaysia yang setiap hari pulang-pergi ke Singapura untuk bekerja.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved