Iran Vs Amerika Memanas
AS 'Cekik' Iran dengan Blokade Ekonomi, Harga Minyak Diprediksi Turun pada Akhir Tahun
Menteri Keuangan AS mengatakan bahwa harga energi, yang saat ini melonjak, diperkirakan akan turun pada akhir tahun 2026 ini.
Ringkasan Berita:
- Iran dan Amerika Serikat telah memberlakukan pembatasan terhadap kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
- AS "mencekik" kepemimpinan Iran melalui "blokade ekonomi" yang diluncurkan bersamaan dengan serangan militer AS.
- Kini kedua pihak dilaporkan sedang bernegosiasi, sementara gencatan senjata yang rapuh masih berlaku.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, mengatakan AS "mencekik" kepemimpinan Iran melalui "blokade ekonomi" yang diluncurkan bersamaan dengan serangan militer AS.
Iran dan Amerika Serikat telah memberlakukan pembatasan terhadap kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz, jalur penting bagi industri energi yang mengekspor hidrokarbon dari Teluk.
Meskipun Iran telah memblokir sebagian besar pengiriman di jalur tersebut, Angkatan Laut AS mengatakan pihaknya memblokir semua kapal yang menuju atau berangkat dari pelabuhan Iran.
Kini kedua pihak dilaporkan sedang bernegosiasi, sementara gencatan senjata yang rapuh masih berlaku.
“Ini dimulai dengan perintah Presiden Trump pada bulan Maret lalu tentang tekanan maksimum, dan tiga minggu lalu Presiden memberi perintah kepada Departemen Keuangan, termasuk saya sendiri, untuk memulai Economic Fury,” kata Bessent dalam sebuah wawancara dengan Fox News, merujuk pada inisiatif departemennya untuk melengkapi “Operasi Epic Fury” Pentagon, Minggu (3/5/2026), dilansir Al Arabiya.
“Kita sedang mencekik rezim tersebut, dan mereka tidak mampu membayar tentara mereka. Ini adalah blokade ekonomi yang nyata, dan terjadi di semua bagian pemerintahan – semua pihak harus bekerja sama,” katanya kepada program “Sunday Morning Futures”.
Bessent juga mengatakan harga energi, yang saat ini melonjak, diperkirakan akan turun pada akhir tahun 2026 ini.
“Harga minyak di sisi lain konflik ini akan jauh lebih rendah,” katanya.
Bessent mengatakan departemennya memberlakukan langkah-langkah ekonomi “pada siapa pun yang mencoba mengirimkan uang ke Iran untuk membantu IRGC,” kekuatan militer utama Iran.
“Mereka adalah lembaga yang korup. Mereka telah mencuri dari rakyat Iran selama bertahun-tahun. Mereka memiliki uang di luar negeri. Kami telah melacaknya."
"Kami akan terus melacaknya, dan kami akan melindungi aset-aset tersebut untuk rakyat Iran di sisi lain konflik ini,” terangnya.
Baca juga: Rincian Senjata AS ke Timur Tengah: Rudal Patriot hingga Roket Presisi, Ampuh Lumpuhkan Drone Iran?
Ekspor Iran Anjlok
Iran mengurangi produksi minyak karena kesulitan mengatasi tekanan penyimpanan yang meningkat akibat blokade Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.
Hal ini sebagaimana dilaporkan Bloomberg pada Sabtu (2/5/2026), mengutip seorang pejabat senior Iran.
Para pejabat yang memahami kebijakan energi Iran mengatakan, negara itu kini memiliki waktu yang semakin sempit, sekitar satu bulan, dengan tingkat produksi saat ini, sebelum kehabisan kapasitas penyimpanan.
“Seiring dengan semakin ketatnya blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz yang membatasi perdagangan minyak Iran, ekspor telah anjlok dalam beberapa pekan terakhir dan penyimpanan dengan cepat penuh,” lapor Bloomberg.