Virus Corona

Inggris Diklaim Sukses Kurangi Korban Corona dalam 2 Minggu, dengan Cara Apa?

Inggris diklaim sukses mengerem jumlah korban akibat paparan Covid-19 dalam dua minggu. Dengan cara apa?

The Guardian/PA/Stefan Rousseau
Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson. 

TRIBUNNEWS.COM - Inggris diklaim sukses mengerem jumlah korban akibat paparan Covid-19 dalam dua minggu.

Data terbaru menunjukkan, London tertinggal di belakang semua kota di Eropa lainnya dalam hal lockdown.

Dikutip dari Business Insider, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mendapat sejumlah pertanyaan soal kegagalan Inggris menanggapi krisis covid-19 dengan serius.

Johnson menegaskan akan segera bertindak tegas jika sampai masyarakat sulit mengubah perilaku mereka.

"Saya mengatakan dengan tegas untuk semua orang yang pergi keluar, berolahraga, bersenang-senang, untuk lebih memperhatikan pentingnya social distancing," kata Johnson dalam konferensi pers di Downing Street.

"Jika orang tidak melakukannya, tidak mau melakukannya, kami tentu saja harus melakukan tindakan lebih keras," tegas Johnson.

Baca: Tanggapan Beda Rio Ferdinand & Wayne Rooney Terkait Klaim Trofi Liga Inggris Untuk Liverpool

Baca: Wayne Rooney Sebut Liverpool Pantas Jadi Juara Liga Inggris

Baca: Perawat Inggris Ini Sehat Tidak Miliki Sejarah Sakit, Kini Terjangkit Corona dan Gunakan Ventilator

Langkah-langkah Inggris tekan jumlah korban

Boris Johnson menjelaskan langkah-langkah yang dia ambil untuk menekan jumlah korban akibat Covid-19 di Inggris.

Satu di antaranya adalah menerapkan jam malam, sejalan dengan negara-negara Eropa lainya.

"Saya pikir tidak perlu menggunakan imajinasi terlalu tinggi untuk melihat ke mana kita harus melangkah," kata Johnson.

Halaman
123
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved