Virus Corona
Inggris Diklaim Sukses Kurangi Korban Corona dalam 2 Minggu, dengan Cara Apa?
Inggris diklaim sukses mengerem jumlah korban akibat paparan Covid-19 dalam dua minggu. Dengan cara apa?
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Ifa Nabila
Respons lambat Inggris
Lebih jauh, respon lambat Inggris menuai banyak kritik beberapa hari terakhir.
Secara terpisah, BuzzFedd News melaporkan, pemerintah Johnson sempat menolak melakukan lockdown.
PM Inggris tersebut menganggap lockdown sebagai tindakan tidak liberal.
Kemudian, penasihat Johnson memberikan tekanan agar Johnson memberikan respons cepat terhadap covid-19 di Inggris.
Dengan tekanan seperti membangun respons tegas dari pemerintah, lockdown setidaknya diberlakukan di beberapa wilayah Inggris dalam beberapa hari atau minggu.
Baca: Dapatkah Covid-19 Pengaruhi Kehamilan atau Bayi Baru Lahir? Ini Kata Para Ahli
Baca: BWF Tetap Gelar All England Ditengah Wabah Covid-19, Pebulutangkis India Merasa Geram
Informasi Covid-19 Terbaru
Informasi terbaru wabah virus corona telah menyebar hingga 196 negara di seluruh dunia.
Sejumlah 376.399 kasus telah dikonfirmasi terinfeksi wabah virus corona atau Covid-19.
Di Inggris sendiri, terdapat 6.650 yang dikonfirmasi.
Lebih lanjut, dikutip dari coronavirus.thebaselab.com, 101.510 orang telah dinyatakan pulih per Selasa (24/2020) pukul 08.10 WIB.
Sejumlah 16.462 kematian tercatat di seluruh dunia.
Sementara di Inggris, jumlah kematian tercatat mencapai 335 kasus.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus corona sebagai pandemi global, Kamis (11/3/2020).
Virus tersebut dapat menular dari manusia ke manusia yang menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan.
Untuk itu, penting mengenali lebih jauh tentang gejala dan pencegahan virus corona.
Gejala yang ditimbulkan meliputi bersin, pilek, kelelahan, batuk, dan sakit tenggorokan.
Kemudian, pencegahan virus corona dilakukan dengan berbagai cara.
Misalnya, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau pembersih tangan.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)