Jumat, 29 Agustus 2025

Virus Corona

Inggris Diklaim Sukses Kurangi Korban Corona dalam 2 Minggu, dengan Cara Apa?

Inggris diklaim sukses mengerem jumlah korban akibat paparan Covid-19 dalam dua minggu. Dengan cara apa?

Editor: Ifa Nabila
The Guardian/PA/Stefan Rousseau
Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson. 

Respons lambat Inggris

Lebih jauh, respon lambat Inggris menuai banyak kritik beberapa hari terakhir.

Secara terpisah, BuzzFedd News melaporkan, pemerintah Johnson sempat menolak melakukan lockdown.

PM Inggris tersebut menganggap lockdown sebagai tindakan tidak liberal.

Kemudian, penasihat Johnson memberikan tekanan agar Johnson memberikan respons cepat terhadap covid-19 di Inggris.

Dengan tekanan seperti membangun respons tegas dari pemerintah, lockdown setidaknya diberlakukan di beberapa wilayah Inggris dalam beberapa hari atau minggu.

Baca: Dapatkah Covid-19 Pengaruhi Kehamilan atau Bayi Baru Lahir? Ini Kata Para Ahli

Baca: BWF Tetap Gelar All England Ditengah Wabah Covid-19, Pebulutangkis India Merasa Geram

Informasi Covid-19 Terbaru

Informasi terbaru wabah virus corona telah menyebar hingga 196 negara di seluruh dunia.

Sejumlah 376.399 kasus telah dikonfirmasi terinfeksi wabah virus corona atau Covid-19.

Di Inggris sendiri, terdapat 6.650 yang dikonfirmasi.

Lebih lanjut, dikutip dari coronavirus.thebaselab.com, 101.510 orang telah dinyatakan pulih per Selasa (24/2020) pukul 08.10 WIB.

Sejumlah 16.462 kematian tercatat di seluruh dunia.

Sementara di Inggris, jumlah kematian tercatat mencapai 335 kasus.

FACE SHIELD SEDERHANA - Puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga secara sukarela membuat face shield di sela tugas kuliah onlinenya di aula FK Unair,  Senin (23/3/2020). Rencananya face shield ini akan dibagikan ke RS Unair dan RSU dr Soetomo karena di dua rumah sakit itu sebagai pusat rujukan pasien Covid-19.  (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)
FACE SHIELD SEDERHANA - Puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga secara sukarela membuat face shield di sela tugas kuliah onlinenya di aula FK Unair, Senin (23/3/2020). Rencananya face shield ini akan dibagikan ke RS Unair dan RSU dr Soetomo karena di dua rumah sakit itu sebagai pusat rujukan pasien Covid-19. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ) (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus corona sebagai pandemi global, Kamis (11/3/2020).

Virus tersebut dapat menular dari manusia ke manusia yang menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan.

Untuk itu, penting mengenali lebih jauh tentang gejala dan pencegahan virus corona.

Gejala yang ditimbulkan meliputi bersin, pilek, kelelahan, batuk, dan sakit tenggorokan.

Kemudian, pencegahan virus corona dilakukan dengan berbagai cara.

Misalnya, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau pembersih tangan.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan