Virus Corona
Inggris Diklaim Sukses Kurangi Korban Corona dalam 2 Minggu, dengan Cara Apa?
Inggris diklaim sukses mengerem jumlah korban akibat paparan Covid-19 dalam dua minggu. Dengan cara apa?
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Ifa Nabila
TRIBUNNEWS.COM - Inggris diklaim sukses mengerem jumlah korban akibat paparan Covid-19 dalam dua minggu.
Data terbaru menunjukkan, London tertinggal di belakang semua kota di Eropa lainnya dalam hal lockdown.
Dikutip dari Business Insider, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mendapat sejumlah pertanyaan soal kegagalan Inggris menanggapi krisis covid-19 dengan serius.
Johnson menegaskan akan segera bertindak tegas jika sampai masyarakat sulit mengubah perilaku mereka.
"Saya mengatakan dengan tegas untuk semua orang yang pergi keluar, berolahraga, bersenang-senang, untuk lebih memperhatikan pentingnya social distancing," kata Johnson dalam konferensi pers di Downing Street.
"Jika orang tidak melakukannya, tidak mau melakukannya, kami tentu saja harus melakukan tindakan lebih keras," tegas Johnson.
Baca: Tanggapan Beda Rio Ferdinand & Wayne Rooney Terkait Klaim Trofi Liga Inggris Untuk Liverpool
Baca: Wayne Rooney Sebut Liverpool Pantas Jadi Juara Liga Inggris
Baca: Perawat Inggris Ini Sehat Tidak Miliki Sejarah Sakit, Kini Terjangkit Corona dan Gunakan Ventilator
Langkah-langkah Inggris tekan jumlah korban
Boris Johnson menjelaskan langkah-langkah yang dia ambil untuk menekan jumlah korban akibat Covid-19 di Inggris.
Satu di antaranya adalah menerapkan jam malam, sejalan dengan negara-negara Eropa lainya.
"Saya pikir tidak perlu menggunakan imajinasi terlalu tinggi untuk melihat ke mana kita harus melangkah," kata Johnson.
"Kami akan menerapkan hal ini (jam malam) dengan tegas, akan ekfektif dalam 24 jam ke depan," terang Johnson.

Sudahkah terlambat bagi Inggris?
Dalam hal jumlah kematian karena Covid-19, Inggris diperkirakan tertinggal dua minggu di belakang Italia.
Tentu saja, pada tahap ini, dalam wabah covid-19, Italia dan banyak negara lain telah menerapkan lockdown yang kejam.
Tanpa lockdown seperti itu, Inggris tampaknya akan segera mencapai tingkat krisis yang terlihat di Italia dengan semua biaya sosial yang mengerikan.
Baca: Penularan Corona Bisa Tanpa Gejala, Berikut Cara Mengujinya Melalui Tes Covid-19
Baca: UPDATE Covid-19 di Aceh: Belum Ada yang Positif Corona, 187 ODP, 31 PDP