Virus Corona
Pihak Berwenang Dinilai Lambat Bertindak, Apakah Rusia Siap Menghadapi Covid-19?
Rusia dihadapkan dengan krisis pandemi Covid-19. Pihak berwenang disebut lambat bertindak sehingga infeksi dapat menyebar dengan cepat.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Rusia dihadapkan dengan krisis pandemi Covid-19.
Pihak berwenang disebut lambat bertindak sehingga infeksi dapat menyebar dengan cepat.
Meski pun Rusia hampir tahan secara genetis terhadap perang, kelaparan dan ketidakstabilan politik, pandemi Covid-19 tampaknya sangat berbeda, kata Natalya Amelia.
Natalya Amelia merupakan penata rambut Rusia di Moskow.
Ibu dua anak ini (45) termasuk orang yang paling berisiko terkena infeksi Covid-19.
"Di Moskow, pihak berwenang berpura-pura bersiap, tetapi sejauh ini tidak ada yang berubah, kecuali rak-rak di toko," katanya kepada Al Jazeera.
"Orang-orang menyapu semuanya dari rak," terangnya.
Baca: Pakar Kritik Angka Infeksi Covid-19 Rusia Rendah
Baca: Ini Resep Jitu Presiden Vladimir Putin Redam Wabah Virus Corona di Rusia

Covid-19 di Rusia
Hanya satu orang Rusia, wanita berusia 79 tahun di Moskow yang meninggal karena pneumonia akibat Covid-19.
Sementara, 438 orang telah didiagnosis dengan infeksi Covid-19 pada Senin (23/3/2020).
Para pejabat mengatakan, infeksi Covid-19 termasuk 71 kasus dalam 24 jam terakhir.
Jumlah kasus di Rusia jauh lebih sedikit dibandingkan kematian yang dilaporkan setiap hari di Italia.
Di mana setidaknya 5.467 orang telah meninggal dan di Prancis, ada sekira 16.000 kasus yang dikonfirmasi.
Sejauh ini, Rusia telah melakukan tes untuk Covid-19 kepada lebih dari 150.000 orang.
Langkah tersebut memberi Rusia satu di antara rasio terendah di dunia (terdampak corona-Red).
Baca: Masa Pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin Bisa Sampai 2036 Gara-gara Covid-19
Baca: Profil Vladimir Putin Presiden Rusia Saat Ini, Berikut Biografi dan Karier Politiknya