Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

Pihak Berwenang Dinilai Lambat Bertindak, Apakah Rusia Siap Menghadapi Covid-19?

Rusia dihadapkan dengan krisis pandemi Covid-19. Pihak berwenang disebut lambat bertindak sehingga infeksi dapat menyebar dengan cepat.

ERIN BOLLING / US ARMY / AFP
ILUSTRASI - Foto Angkatan Darat AS pada 8 Maret 2020 menunjukkan seorang karyawan USAMRIID (Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat) sedang melakukan penelitian terhadap virus coronavirus baru, COVID-19. 

TRIBUNNEWS.COM - Rusia dihadapkan dengan krisis pandemi Covid-19.

Pihak berwenang disebut lambat bertindak sehingga infeksi dapat menyebar dengan cepat.

Meski pun Rusia hampir tahan secara genetis terhadap perang, kelaparan dan ketidakstabilan politik, pandemi Covid-19 tampaknya sangat berbeda, kata Natalya Amelia.

Natalya Amelia merupakan penata rambut Rusia di Moskow.

Ibu dua anak ini (45) termasuk orang yang paling berisiko terkena infeksi Covid-19.

"Di Moskow, pihak berwenang berpura-pura bersiap, tetapi sejauh ini tidak ada yang berubah, kecuali rak-rak di toko," katanya kepada Al Jazeera.

"Orang-orang menyapu semuanya dari rak," terangnya.

Baca: Pakar Kritik Angka Infeksi Covid-19 Rusia Rendah

Baca: Ini Resep Jitu Presiden Vladimir Putin Redam Wabah Virus Corona di Rusia

Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun  pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma. Wabah Virus Corona di Italia Makin Parah, Orang Berusia 80 ke Atas akan Dibiarkan Mati jika Kondisinya Kritis
Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma. Wabah Virus Corona di Italia Makin Parah, Orang Berusia 80 ke Atas akan Dibiarkan Mati jika Kondisinya Kritis (ANDREAS SOLARO / AFP)

Covid-19 di Rusia

Hanya satu orang Rusia, wanita berusia 79 tahun di Moskow yang meninggal karena pneumonia akibat Covid-19.

Sementara, 438 orang telah didiagnosis dengan infeksi Covid-19 pada Senin (23/3/2020).

Para pejabat mengatakan, infeksi Covid-19 termasuk 71 kasus dalam 24 jam terakhir.

Jumlah kasus di Rusia jauh lebih sedikit dibandingkan kematian yang dilaporkan setiap hari di Italia.

Di mana setidaknya 5.467 orang telah meninggal dan di Prancis, ada sekira 16.000 kasus yang dikonfirmasi.

Sejauh ini, Rusia telah melakukan tes untuk Covid-19 kepada lebih dari 150.000 orang.

Langkah tersebut memberi Rusia satu di antara rasio terendah di dunia (terdampak corona-Red).

Baca: Masa Pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin Bisa Sampai 2036 Gara-gara Covid-19

Baca: Profil Vladimir Putin Presiden Rusia Saat Ini, Berikut Biografi dan Karier Politiknya

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan