Virus Corona

Saat China Lockdown, Perdagangan Satwa Ilegal di Pasar Wuhan Dilakukan Online

Saat pemerintah China mengeluarkan keputusan untuk melockdown sebagian wilayahnya, perdagangan satwa liar ilegal di negara tersebut tetap hidup.

Alex Plavevski/EPA
Pasar di seluruh China, termasuk yang ini di Guangzhou, ditutup untuk mengekang penyebaran virus corona. Guangzhou South China Seafood Market sebelumnya terkenal dengan hewan liar eksotis seperti buaya 

TRIBUNNEWS.COM - Saat pemerintah China mengeluarkan keputusan untuk melockdown sebagian wilayahnya, perdagangan satwa liar ilegal di negara tersebut ternyata tetap berjalan secara online.

Terkait hal tersebut, operator e-commerce dan pengiriman ekspres Tiongkok kini berada di bawah tekanan pemerintah dan aktivis satwa liar.

Pasalnya, seusai virus corona yang diklaim berasal dari pasar Wuhan, Hubei, China merebak di berbagai negara lain, pihak berwenang mengeluarkan larangan perdagangan satwa liar.

Pada saat yang sama, kelompok konservasi menyerukan kepada pemerintah untuk merombak seluruh peraturan yang mengikat bisnis satwa di negara tersebut.

Pada bulan pertama, platform e-commerce di China membantu mengurangi, menghapus dan memblokir informasi yang berkaitan dengan 140.000 satwa liar, dari yang dikonsumsi hingga dipakai untuk pengobatan Tiongkok.

Pejabat dari Dewan Negara China mengatakan, pihak berwenang juga menutup sekira 17.000 akun yang terkait perdagangan satwa, pada akhir Februari.

Dikutip dari Al Jazeera, Kementerian Transportasi Tiongkok juga memerintahkan perusahaan pengiriman ekspress menjadi garis terdepan dalam menghentikan perdagangan hewan hidup atau satwa liar.

Pihak berwenang mewajibkan perusahaan pengiriman ekspress untuk lebih berhati-hati dalam memeriksa paket sebelum dikirim.

Baca: 12 Ton Peralatan Kesehatan Yang Baru Tiba di Indonesia Bantuan Pemerintah Tiongkok

Baca: 20 Awak Pesawat Hercules Yang Pulang Dari Tiongkok Bakal Ikuti Prosedur Terkait Karantina

Pasar di Wuhan-China-Satwa Liar
Cina telah berjanji untuk menindak perdagangan satwa liar ilegal, mendesak orang untuk tidak makan hewan liar, sejak coronavirus pertama kali muncul

Janji Hentikan Perdagangan Satwa Liar

Sebelumnya, China telah berjanji merevisi undang-undang yang mengatur perdagangan satwa lliar.

Halaman
12
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved