Virus Corona

Seorang Tim Jepang Pembawa Api Obor Olimpiade dari Yunani Terinfeksi Virus Covid-19

Anggota tim Jepang untuk mempersiapkan obor Olimpiade 2020 dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 dalam persiapannya untuk upacara obor tersebut di Yunani.

Seorang Tim Jepang Pembawa Api Obor Olimpiade dari Yunani Terinfeksi Virus Covid-19
Penyerahan TV Olimpiade/Koresponden Tribunnews, Richard Susilo
Penyerahan Obor Olimpiade dari IOC ke penyelenggara Olimpiade ke Jepang, Kamis (19/3/2020) di Yunani. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Anggota tim Jepang untuk mempersiapkan obor Olimpiade 2020 dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 dalam persiapannya untuk upacara obor tersebut di Yunani.

"Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang pada misi diplomatik di luar negeri telah terinfeksi virus corona baru di Yunani dalam persiapan upacara obor untuk Olimpiade Tokyo," ungkap sumber di Kementerian Luar Negeri Jepang.

Pejabat Kementerian Luar Negeri, yang dipastikan terinfeksi, bekerja di Kedutaan Besar Jepang di Makedonia (sebelumnya Yugoslavia), dan sedang dalam perjalanan bisnis ke Athena, ibu kota Yunani dari 8 Maret hingga 17 Maret 2020.

Baca: Ibunda Presiden Jokowi Dimakamkan Hari Ini di Makam Keluarga Karanganyar

Baca: Tidak seperti Corona, Hantavirus Masuk Virus Paling Mematikan di Dunia, Kasus 1 Gegara Kotoran Tikus

"Dia menderita penyakit ini pada tanggal 18 Maret, tetapi sekarang dia tidak memiliki masalah fisik besar dan saat ini sedang menjalani karantina sukarela. Kementerian Luar Negeri sedang memeriksa apakah ada kontak dekat dengan staf tersebut," tambahnya.

Dua pejabat di kedutaan Jepang di ibu kota AS, Washington, juga mengumumkan bahwa mereka terinfeksi virus corona baru.

Pelari profesional Mizuki Noguchi (kiri) menerima obor Olimpiade 2020 dari pembawa pertama atlit Anna Korakaki
Pelari profesional Mizuki Noguchi (kiri) menerima obor Olimpiade 2020 dari pembawa pertama atlit Anna Korakaki (NHK/ Richard Susilo)

Keduanya tidak dirawat di rumah sakit dan menunggu di rumah, tetapi salah satunya mengalami demam.

Menanggapi hal ini, Kedutaan Besar Jepang mengambil langkah-langkah seperti mendisinfeksi bangunan dan memeriksa rute infeksi dan apakah ada kontak dekat.

Baca: Petarung UFC, Conor McGregor Sumbang Rp 18 Milliar Bantu Irlandia Perangi Corona

Baca: Peringatan Dini BMKG Hari Ini, Kamis 26 Maret 2020, Waspada 10 Wilayah Hujan Petir & Angin Kencang

Menurut Departemen Luar Negeri, kedutaan tetap beroperasi secara normal, seperti penerbitan visa dan perlindungan warga negara Jepang, belum terpengaruh secara signifikan.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved