Virus Corona

Jepang akan Karantina WNI yang Datang Per 28 Maret 2020

Satgas Penanggulangan Covid-19 Jepang melakukan berbagai langkah untuk memperkuat pembatasan arus masuk orang asing ke Jepang, termasuk terhadap WNI.

Jepang akan Karantina WNI yang Datang Per 28 Maret 2020
KBRI Tokyo
Pengumuman KBRI Tokyo mengenai kehadiran WNI ke Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Jepang melakukan berbagai langkah untuk memperkuat pembatasan arus masuk orang asing ke Jepang, termasuk terhadap Warga Negara Indonesia (WNI).

"Selain pembatasan terhadap 21 negara di Eropa seperti Italia, Spanyol, Jerman dan seluruh Iran, juga ada pembatasan kepada negara lain termasuk WNI," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (27/3/2020).

Ada 11 warga asing dari tujuh negara di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Singapura, Thailand, Israel dan Qatar di Timur Tengah, yang datang ke Jepang mulai Sabtu 28 Maret pagi jam 00.00 waktu Jepang, harus dikarantina di rumah masing-masing selama 2 minggu.

Gedung kementerian luar negeri Jepang
Gedung kementerian luar negeri Jepang (Richard Susilo)

"Dilarang menggunakan transportasi umum, termasuk taksi pun transportasi umum. Langkah ini akan diterapkan mulai tanggal 28 Maret 2020," kata sumber tersebut.

Selain itu, batas waktu permintaan untuk menunggu (karantina) selama dua minggu, termasuk dari China dan Korea Selatan, telah diperpanjang dari akhir bulan ini hingga akhir bulan depan.

Baca: Ajaib! Wonderkid Ajax, Abdelhak Nouri Telah Sadar Setelah 2,9 Tahun Alami Koma

Baca: Masuk Bulan Syaban, Perbanyak 5 Amalan yang Dianjurkan Nabi Muhammad SAW sampai Malam Nisfu Syaban

Pada akhir rapat Perdana Menteri Shinzo Abe mencatat bahwa Kementerian Luar Negeri mengangkat "informasi bahaya" yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri dengan mempertimbangkan situasi keamanan di luar negeri menjadi Level-2 secara global pada tanggal 25 Maret 2020.

"Kami mendesak orang-orang untuk menghentikan perjalanan yang tidak perlu dan mendesak agar tidak ke luar negeri, terlepas dari lokasi," ungkap PM Jepang Abe.

Anggota polisi Prancis berjalan di stasiun di mana pasien yang terkena coronavirus (Covid-19) akan dipindahkan dengan TGV (kereta berkecepatan tinggi) medis di Strasbourg, Prancis pada Kamis (26 Maret 2020). Sebuah kereta api berkecepatan tinggi yang diolah ( TGV), yang harus mengevakuasi dua puluh pasien yang terinfeksi coronavirus untuk meringankan rumah sakit yang benar-benar jenuh di wilayah Prancis Alsace, tiba Rabu malam di Strasbourg (timur laut). (AFP/Patrick HERTZOG)
Anggota polisi Prancis berjalan di stasiun di mana pasien yang terkena coronavirus (Covid-19) akan dipindahkan dengan TGV (kereta berkecepatan tinggi) medis di Strasbourg, Prancis pada Kamis (26 Maret 2020). Sebuah kereta api berkecepatan tinggi yang diolah ( TGV), yang harus mengevakuasi dua puluh pasien yang terinfeksi coronavirus untuk meringankan rumah sakit yang benar-benar jenuh di wilayah Prancis Alsace, tiba Rabu malam di Strasbourg (timur laut). (AFP/Patrick HERTZOG) (AFP/PATRICK HERTZOG)

Jepang pun akan terus melakukan yang terbaik untuk mencegah penyebaran infeksi, dengan prioritas pertama adalah melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat.

Sesuai pengumuman dari KBRI Tokyo mengutip dari pengumuman pemerintah Jepang, pemilik visa waiver dibatalkan.

Demikian pula pembatalan kartu APEC Business Travel.

Baca: dr Bambang Sutrisna Meninggal karena Corona, Anak Curiga Ayahnya Tertular dari Pasien

Baca: Diisolasi karena Positif Terpapar Corona Apa Kabar Bupati Karawang? Begini Kondisi Teh Seli

Visa yang dikeluarkan oleh Kedubes maupun Konjen Jepang di Indonesia sebelum tanggal 27 Maret 2020 dinyatakan tidak berlaku.

Tidak ada penerbitan visa baru Jepang mulai tanggal 28 Maret 2020.

Semua kebijakan pemerintah Jepang tersebut berlaku untuk sementara sampai akhir April 2020.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved