Virus Corona

Dampak Covid-19, Lebih dari 460 Guru Sekolah Jepang di Luar Negeri Tidak Dapat Ditugaskan

Di antara mereka ada guru sekolah dasar dari sebuah sekolah Jepang di Singapura telah dilarang untuk memasuki Jepang, dan sebagai hasilnya 19 guru

NHK
Sekolah anak-anak warga Jepang di Singapura 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dampak penyebaran infeksi coronavirus baru dan pembatasan imigrasi di setiap negara, mengakibatkan lebih dari 460 guru, yang dijadwalkan akan dikirim ke sekolah-sekolah Jepang di luar negeri bulan April 2020, tidak dapat ditugaskan ke sekolah tersebut.

"Misi kami adalah menyediakan tempat bagi anak-anak untuk belajar, jadi kami semua ingin berbagi kebijaksanaan dan bertahan hidup," ungkap Kepala sekolah Yuko Tsutsumi dari Sekolah Dasar Changi School di Singapura kepada NHK.

Di antara mereka ada guru sekolah dasar dari sebuah sekolah Jepang di Singapura telah dilarang untuk memasuki Jepang, dan sebagai hasilnya 19 guru tidak dapat dipindahkan.

Rencananya sekolah akan dimulai pada tanggal 13 April 2020, tetapi untuk saat ini, 27 guru yang tersisa, tidak termasuk kepala sekolah, akan melayani sekitar 850 anak.

Untuk alasan tersebut, 39 kelas telah diatur ulang menjadi 27 kelas, sama dengan jumlah guru, dan kepala sekolah juga bertanggung jawab untuk pelajaran sebanyak mungkin.

Pada hari pertama pertemuan di tahun ajaran baru, para anggota pendidik berbicara satu sama lain untuk berkomunikasi dan mengkonfirmasi bahwa mereka akan merespons dengan lancar.

Menurut Departemen Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi, 484 guru akan dikirim ke 116 sekolah dan sekolah tambahan Jepang di 53 negara dan wilayah tahun 2020 ini.

Tetapi penyebaran virus corona baru telah menyebar menjadi masalah baru.

Pembatasan imigrasi di setiap negara, menyulitkan hal tersebut lebih dan 465 orang terhambat penugasannya ke sekolah Jepang di luar negeri.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved