Virus Corona

Semua Mal dan Pusat Perbelanjaan Besar di Jepang Tutup Sabtu dan Minggu

Semua mal atau pusat perbelanjaan besar di Jepang menutup tokonya sebagai upaya mengantisipasi pandemi virus corona di Jepang, Sabtu dan Minggu.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Daftar supermarket di Jepang yang libur dan atau mempersingkat jam operasionalnya di akhir minggu. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Semua mal atau pusat perbelanjaan besar di Jepang menutup tokonya sebagai upaya mengantisipasi pandemi virus corona di Jepang, Sabtu (4/4/2020) dan Minggu (5/4/2020).

"Kami tutup Sabtu Minggu ini sebagai antisipasi pandemi virus corona," kata Suzuki, seorang petugas di Mitsukoshi Department Store di Ginza kepada Tribunnews.com, Jumat (3/4/2020).

Umumnya semua mal atau departement store besar di Jepang seperti Mitsukoshi, Isetan, dan sebagainya tutup Sabtu dan Minggu ini.

Baca: Kisah Kajari Bantul Sembuh dari Covid-19 Setelah Dirawat 20 Hari: Saya Tak Tau di Mana Saya Terpapar

"Kalau pun buka juga mungkin kurang baik karena akan banyak orang datang di dalam ruangan tertutup. Sekaligus juga mengikuti anjuran dari pemerintah untuk menutup toko-toko yang dipenuhi banyak orang," lanjutnya.

Selain mal dan departement store juga supermarket banyak yang mengubah jam kerja dan bahkan ada juga yang meliburkan satu dua toko chain-nya.

Data positif Covid-17 di Tokyo, Jepang.
Data positif Covid-17 di Tokyo, Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Misalnya supermarket Life menyatakan 70 persen tetap buka dan sisanya ditutup.

Hampir semua supermarket memperpendek jam operasionalnya.

Yang semula jam 10 pagi hingga biasanya ada yang sampai jam 12 malam, diperpendek menjadi sampai dengan jam 8 malam saja, seperti supermarket Inageya.

Baca: Pasien Sembuh dari Covid-19 di Jawa Timur Mencapai 30 Orang

Antisipasi toko, supermarket, mal, departement store di Jepang ini memang sudah diantisipasi warga dengan membeli cukup banyak persediaan untuk makan misalnya seminggu ke depan.

Meskipun demikian di daerah Kabukicho Shinjuku ternyata tidak sedikit club malam kecil dan bar kecil yang masih buka di malam hari.

"Wajar mas, kita kan perlu makan. Kalau tutup bagaimana membayar gaji staf di sini, bagaimana bisa membayar uang sewa ruangan di sini? Kita memang antisipasi virus Corona, tetapi hanya ini penghasilan dari usaha kami," kata Nakagawa, owner sebuah bar di Kabukicho kepada Tribunnews.com, Sabtu (4/4/2020) malam.

Secara keseluruhan Kabukicho kemarin malam lebih sepi dari biasanya.

Pantauan Tribunnews.com hanya sekitar 25 persen dari jumlah pengunjung yang datang di saat normal.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved