Senin, 1 September 2025

Konflik Palestina Vs Israel

Netanyahu Klaim Tentara Israel Laksanakan Misi Rahasia Eksekusi Tokoh Bertopeng Hamas

Netanyahu mengatakan tentara 'Israel' sedang melaksanakan keputusan yang diambil oleh kabinet keamanan untuk mengeksekusi Abu Obeida

AFP Emmanuel Dunand/X
SALING KECAM - Baru-baru ini, Hamas lewat juru bicaranya, Abu Obeida, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saling mengancam satu sama lain. Hamas menyebut Israel biadab, sedangkan Netanyahu mendesak Hamas agar menyerah. 

Netanyahu Klaim Tentara Israel Laksanakan Misi Rahasia Eksekusi Tokoh Bertopeng Hamas

TRIBUNNEWS.COM - Israel mengeluarkan pernyataan seputar pelaksanaan operasi yang menargetkan seorang tokoh utama gerakan pembebasan Palestina, Hamas, Abu Obaida.

Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu pada Minggu (31/8/2025) mengatakan kalau tentara Israel tengah melaksanakan keputusan operasi penyerangan yang diambil oleh kabinet keamanan.

Meski begitu, Netanyahu tidak memberikan informasi lebih lanjut terkait operasi rahasia tersebut.

Baca juga: Petempur Brigade Qassam Coba Culik Tentara Israel dalam Serangan ke Pos  Brigade Kfir di Khan Younis

Berbicara dalam sebuah pertemuan pemerintah, Netanyahu mengklaim bahwa militer “menyerang juru bicara Hamas Abu Obaida” dan bahwa mereka “menunggu hasilnya.”

Netanyahu menduga Hamas belum memberikan tanggapan atas serangan yang membidik sosok juru bicara Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas yang terkenal dengan topeng wajah menggunakan kain keffiyeh tersebut.

Netanyahu mengklaim hal ini bisa jadi karena “tidak ada pihak yang bisa mengklarifikasi masalah ini.”

Hamas mengeluarkan pernyataan pada Sabtu malam yang menyerukan kepada publik untuk tidak mendengarkan informasi yang salah dan menyebut rumor tersebut sebagai bagian dari upaya perang psikologis yang lebih luas yang dimaksudkan untuk mengacaukan moral internal dan menciptakan kebingungan di Gaza.

BALAS ANCAMAN ISRAEL - Abu Obeida, juru bicara militer Brigade Al-Qassam membalas ancaman Israel yang mengultimatum untuk menyetujui tawaran AS soal perpanjangan gencatan senjata. Qassam menyatakan Israel berisiko membunuh sandera mereka sendiri yang ada di tangan Hamas.
BALAS ANCAMAN ISRAEL - Abu Obeida, juru bicara militer Brigade Al-Qassam membalas ancaman Israel yang mengultimatum untuk menyetujui tawaran AS soal perpanjangan gencatan senjata. Qassam menyatakan Israel berisiko membunuh sandera mereka sendiri yang ada di tangan Hamas. (Foto: rekaman video)

Hamas: Bagian dari Propaganda dan Psy War Israel

Meski Hamas belum mengeluarkan pernyataan resmi, pasukan keamanan kelompok perlawanan Palestina Hamas telah memperingatkan publik terhadap klaim Israel tersebut.

Menurut kelompok perlawanan, rumor-rumor ini merupakan bagian dari kampanye 'Israel' yang disengaja yang dirancang untuk melayani tujuan intelijen dan psikologis.

Perlawanan tersebut memperingatkan bahwa misinformasi tersebut merupakan bagian dari upaya perang psikologis yang lebih luas yang bertujuan untuk mengacaukan moral internal dan menciptakan kebingungan di Gaza.

"Menurut kelompok perlawanan, rumor-rumor ini merupakan bagian dari kampanye 'Israel' yang disengaja yang dirancang untuk melayani tujuan intelijen dan psikologis," kata laporan RNTV.

Pernyataan tersebut menekankan, media Israel dikontrol ketat oleh militer (IDF) dan badan intelijen Israel.

Kontrol ketat ini membuat tidak ada informasi apapun yang dipublikasikan tanpa persetujuan keamanan sebelumnya.

Insiden-insiden sebelumnya telah menunjukkan kalau Israel sering menyebarkan laporan palsu tentang para pemimpin yang menjadi target untuk memanipulasi perilaku mereka, mengumpulkan intelijen, dan mempersiapkan potensi operasi.

Halaman
123
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan