Virus Corona
Dari Data Sementara, Mengapa Lebih Banyak Korban Virus Corona di Eropa Dibandingkan Afrika?
Sampai saat ini, virus corona telah menginfeksi lebih dari 12.800 orang dengan setidaknya 692 kematian di Benua Afrika.
Sementara Nigeria, negara dengan ekonomi terbesar di Afrika dengan jumlah penduduk sekitar 190 juta orang, hingga saat ini hanya melakukan 5.000 uji virus corona.
Seorang dokter yang bekerja di klinik swasta di Lagos menyebut sistem pengujian di negaranya terlalu penuh. Ia juga menyoroti waktu pengujian yang lama dengan hasil yang belum tentu akurat.
Pemberlakuan tes massal
Ketidakmampuan dalam melakukan pengujian virus corona memaksa banyak negara di Afrika bekerja dengan perkiraan yang tak jelas dan terkadang menyesatkan.
Kenya, misalnya, memperkirakan jumlah kasus Covid-19 di negaranya mencapai 10.000 pada akhir April.
Sepuluh hari dalam sebulan, jumlah kasus infeksi yang terdeteksi kurang dari 200 orang.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Kenya Patrick Amoth awal pekan ini mengatakan hal itu disebabkan karena mereka belum melakukan tes berbasis masyarakat.
Kenya sebelumnya telah menerima 7.000 alat uji dan mesin yang dapat memproses hingga 3.000 sampel dalam dua jam. Dengan alat itu, pemerintah berharap dapat melakukan tes massal dalam tiga minggu ke depan.
"Kami menggunakan mesin-mesin ini untuk mencapai populasi yang lebih besar sehingga dapat mengetahui, apakah kami memenangkan pertempuran atau kamu perlu mengubah strategi," kata Amoth.
Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika John Nkengasong mengakui bahwa statistik virus corona di Afrika masih jauh dari kata sempurna.
Lockdown dan jam malam efektif?
Penyebaran virus corona di Afrika yang melambat memberi kelonggaran bagi negara-negara di dalamnya untuk melakukan langkah-langkah yang sama dengan Eropa.
Pemerintah di seluruh benua sebelumnya telah beraksi dengan menutup pembatasan serta memberlakukan penguncian dan jam malam ketika kasus yang terdeteksi masih sedikit.
Langkah-langkah itu sulit untuk ditegakkan di lingkungan miskin dan padat penduduk dengan rumah-rumah yang penuh sesak serta sebagian besar bertahan hidup dari pekerjaan informal, sehingga hampir mustahil untuk tetap di rumah.
WHO memperingatkan bahwa terlalu dini untuk mengatakan apakah tindakan anti-coronavirus memperlambat epidemi di Afrika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/muncul-penyakit-lebih-mematikan-di-afrika.jpg)