Virus Corona
Dari Data Sementara, Mengapa Lebih Banyak Korban Virus Corona di Eropa Dibandingkan Afrika?
Sampai saat ini, virus corona telah menginfeksi lebih dari 12.800 orang dengan setidaknya 692 kematian di Benua Afrika.
Sementara itu, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan awal pekan ini bahwa ada bukti yang cukup untuk menunjukkan bahwa kuncian di seluruh negeri itu efektif.
"Dalam dua minggu sebelum kuncian, peningkatan harian rata-rata dalam kasus baru sekitar 42 persen. Sejak awal kuncian, rata-rata peningkatan harian sekitar 4 persen," kata Ramaphosa.
Afrika memiliki cukup waktu untuk persiapan?
Di Afrika, jumlah tempat tidur untuk perawatan intensif tak sampai lima unit per satu juta orang, jauh dibandingkan Eropa yang memiliki 4.000 unit per satu juta.
Rumah sakit hanya memiliki 2.000 ventilator medis di antara mereka untuk melayani seluruh wilayah di benau itu.
Masih tidak ada yang berani membuat prediksi tentang proporsi yang bisa dicapai oleh coronavirus baru di Afrika.
WHO mencatat bahwa 31 negara di benua itu memiliki kurang dari 100 kasus yang dikonfirmasi dan percaya pengendalian virus corona mungkin terjadi. Namun, ancaman tetap ada.
"Covid-19 berpotensi menyebabkan ribuan kematian serta kehancuran ekonomi dan sosial," kata Meoti dari WHO.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Virus Corona di Afrika Muncul Lebih Lambat dari Perkiraan?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/muncul-penyakit-lebih-mematikan-di-afrika.jpg)